@ Drs. Hamzah Syahid Afifi, S.Sos., M.M., M.Ag., M.I.Kom.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah suri tauladan yang terbaik, karenanya mari kita berkaca dari sepercik cara mendidik anak menurut ajaran beliau. Ada 4 faktor yang akan berpengaruh dalam mendidik anak, yaitu Ayah, Ibu, Ilmu dan Lingkungan.
Dalam al-Qur’an hampir semua ayat yang berbicara tentang pendidikan anak, yang berperan adalah ayah. Pakar pendidikan mengakui bahwa ada faktor genetik dan pendidikan. Walaupun mereka berbeda pendapat yang mana lebih dominan, maka sebenarnya pendidikan anak dimulai jauh sebelum anak tersebut lahir.
Jadi, pendidikan anak itu dimulai jauh sebelum anak itu lahir, bahkan dimulai sejak orang tuanya akan menentukan pasangan. Jadi, sebelum anak lahir kita harus memilih hal yang baik, karena gen ini mempengaruhi keturunan.
Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekirannya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada maryam”. (HR. Bukhari).
Sahabat, ternyata pendidikan anak itu penentunya adalah orang tua bukan yang lain, bukan juga guru di sekolah. Sebagai orang tua kita harus tahu fase pendidikan anak yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membagi fase pendidikan anak menjadi empat tahap. Tahap Pertama, saat berumur 0-6 tahun, anak sebagai raja. Penuh kasih sayang, gurauan, dan keceriaan, tanpa bentakan dan pukulan.
Tahap Kedua, saat Umur 7-14 tahun, mereka sebagai murid. Penuh kasih sayang, namun sudah diberikan tanggung jawab, terutama ibadah. Umur 15-21 tahun. Jadikan mereka sebagai sahabat. Bertukar pendapat dan hormati keputusannya selama tidak menentang syariat.
Umur 22 keatas. Ia adalah orang dewasa. Hargai setiap pendapat dan pilihan hidupnya. Jadilah penasihat, bukan pengaturnya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan tips yang dapat kita terapkan dalam pendidikan anak, yaitu;
- Mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah Subhanahu wata’ala dalam hal beribadah kepada-Nya.
- Menjadikannya lebih mencintai Allah Subhanahu wata’ala daripada selain-Nya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah Subhanahu wata’ala.
- Selayaknyalah orangtua memberi keteladanan kepada anak-anaknya. Para orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik sesuai dengan nasihat dan ucapannya kepada para anaknya.
- Suatu kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan bangun pagi agar mereka gemar melaksanakan shalat Subuh.
- Anak harus dibiasakan ke masjid agar mereka gemar melakukan berbagai ritual ibadah di masjid.
- Pembiasaan membaca Al-Qur’an pun bisa dimulai sejak dalam kandungan.
- Hal yang sangat baik dalam pendidikan anak adalah menumbuhkan rasa percaya diri anak, ketimbang mengancam, lebih baik orang tua memotivasi anak dengan mengatakan bahwa kebaikan akan mendapat balasan surga.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak. Memberi hadiah adalah salah satu penghargaan yang dapat melunakkan hati anak. Lakukan reward yang bervariasi, bisa dengan pujian, ciuman, belaian, uang, dan lain-lain.
Orang tua berperan dalam memilihkan sekolah, mengajarkan Al-Qur’an, mengembangkan pola pikir anak. Orang tua hendaklah selalu belajar tentang pendidikan anak, karena semakin bertambah usia anak, maka akan semakin kompleks pula problem (pendidikan anak) yang harus orang tua hadapi.
Di dalam Islam, menghukum diperbolehkan selama tidak berlebihan seperti sampai menyebabkan luka. Hukuman tersebut usahakan menimbulkan efek jera kepada anak agar ia tidak mengulangi perbuatannya. Akan tetapi harus diperhatikan adab-adabnya, jangan sampai berlebihan yang akhirnya akan membuat anak menjadi dendam.
Setiap anak memiliki karakter dan pribadi yang berbeda walaupun berasal dari orangtua yang sama. Marilah kita cari metode yang tepat dan jitu sehingga anak dapat diarahkan dengan lebih mudah. Demikian sedikit tentang cara pendidikan anak ala Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Semoga bermanfaat dan mari kita belajar bersama dan selalu menumbuhkan semangat anak untuk hal yang lebih baik lagi. Wallahua’lam.