@ Cecep Y. Pramana
Pengetahuan adalah fondasi pembangunan peradaban. Melaluinya, negara dibangun dan manusia menjadi dewasa. Oleh karena itu, pendidikan merupakan bidang fundamental yang harus diperhatikan dan dibiayai oleh negara. Guru adalah fondasi dan pemimpin proses pendidikan.
Ialah yang mengelola dan mengorganisirnya, serta menjadikannya efektif dengan dedikasinya yang tak henti-hentinya, pengetahuannya yang luas, dan pengalamannya yang terus berkembang. Ia bagaikan kapten yang akan menambatkan kapal ke pantai yang aman: pengetahuan sejati. Pengetahuan adalah keselamatan dan keselamatan, dan ketidaktahuan adalah ketakutan dan jalan menuju kehancuran.
Guru merupakan pembawa standar kemajuan individu dan masyarakat
Siapakah di antara kita yang tidak pernah berjumpa dengan seorang guru yang inspiratif dalam perjalanan akademisnya, guru yang mengajarkan kita langkah-langkah untuk mengatasi rintangan dan meraih cita-cita, guru yang membuka mata muda kita terhadap cakrawala, sehingga kita dapat melihat apa yang tidak kita lihat.
Memperhatikan apa yang tidak kita perhatikan sebelumnya, sehingga kita lebih mengenal diri kita sendiri, dan membedakan keterampilan dan keinginan kita, seolah-olah guru itu membuka mata kita di depan cermin untuk melihat diri kita sendiri, dengan segala kemampuan, bakat, dan potensi yang kita miliki.
Guru adalah teladan bagi murid-muridnya, dan tugasnya terhadap mereka adalah menyampaikan pesan pendidikan sebaik mungkin dengan jujur dan tulus. Di antara kualitas terpenting seorang guru yang sukses adalah: kerendahan hati, akhlak yang baik, kerja sama dengan murid, kepercayaan diri, dan lain-lain.
Guru telah mengembangkan banyak metode dan alatnya. Ia bukan lagi dosen di kelas yang mengulang-ulang apa yang tertulis di buku, melainkan telah menjadi fasilitator dan pengawas proses pendidikan.
Siswa harus mencari topik pelajaran dan mempersiapkannya, bahkan terkadang mempresentasikannya, sementara guru harus memberikan petunjuk, mempersiapkan, dan menyampaikan materi, serta menggunakan berbagai metode, seperti: tanya jawab, kelompok, dan kompetisi dan lainnya.
Guru sejati juga mempertimbangkan perbedaan individu antar siswa, sehingga ia mendorong mereka yang berbakat dan membantu mereka yang kurang berprestasi untuk meraih keberhasilan.
Kepedulian guru bukanlah nilai siswa, melainkan pemahaman mereka yang benar tentang informasi dan cara mereka mencernanya sehingga mereka dapat menggunakan dan mengolahnya dengan lancar.
Ia tidak menakut-nakuti mereka dengan ujian atau mengancam mereka dengan nilai, sehingga nilai tidak menjadi perhatian utama mereka dan ujian hanya menjadi perhatian terbesar mereka.
Dampak dari guru yang baik meluas ke semua generasi.
Profesi guru kemungkinan besar tidak akan hilang, tetapi peran dan tugas guru dapat berubah, seiring dengan meningkatnya beban dalam menangani teknologi dan multimedia, di samping pengembangan kurikulum yang berkelanjutan dalam hal konten dan penyajian.
Betapa pun berubahnya pekerjaan ini seiring waktu, tak seorang pun yang rasional akan sepakat tentang peran besar yang telah, sedang, dan akan dimainkan oleh guru dalam perkembangan masyarakat, pembangunan peradaban, dan pendidikan generasi.
Guru adalah fondasi proses pendidikan, terlepas dari perkembangannya, dan ia menghadapi banyak kendala, terutama di daerah bencana alam, perang, dan daerah terpencil, di mana sumber daya terbatas, serta terdapat keterbatasan lingkungan dan kondisi alam.
Dalam keadaan normal, mengikuti perkembangan dan memanfaatkannya untuk mendukung pendidikan serta menggunakannya sebagai sarana atau alat pendidikan merupakan tantangan besar bagi guru, karena selalu ada hal baru setiap hari, yang mengharuskan perubahan kurikulum dan pengembangan alat.
Profesi guru merupakan salah satu profesi manusia tertua. Para siswa menghormati orang yang lebih tua, dan masyarakat menghormati para ulama, karena merekalah yang menyampaikan pesan. Para nabi adalah guru-guru yang diilhami untuk menyampaikan pesan surga kepada penduduk bumi untuk membebaskan mereka dari kegelapan ketidaktahuan dan membawa mereka kepada cahaya pengetahuan tertinggi; pengetahuan Sang Pencipta.
Oleh karena itu, guru dihargai dan dihormati di mana pun ia berada. Para elit di kalangan raja dan penguasa biasa membedakan diri dari masyarakat umum dengan menunjuk para ulama dan syekh terkemuka untuk mengajar anak-anak mereka, agar mereka tumbuh menjadi pemimpin negara yang berpengetahuan dan berwawasan luas.
Guru yang sangat pantas mendapatkan penghargaan
Kesimpulannya, guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga pendidik, karena ia membimbing murid-muridnya menuju perilaku baik dan nilai-nilai moral yang luhur, dengan tujuan agar mereka mewujudkan moral tersebut dalam kehidupan nyata dan di mana pun, baik di rumah maupun di sekolah.
Ilmu sejati memberi jiwa kemampuan untuk menyikapi masalah orang lain dan tidak menjadi sombong. Barangsiapa merendahkan diri dengan ilmunya, Allah Subhanahu wata’ala akan mengangkat derajatnya. Peringatan Hari Guru Nasional 25 November selalu menjadi momen penuh makna bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bismillah…
::: Selamat Hari Guru Nasional 2025. Tetaplah menjadi inspirasi yang menerangi negeri ini. Karena ketika guru hebat, maka Indonesia pasti kuat.
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep asmadiredja