@ Cecep Y. Pramana
Sekeras apa pun kita berusaha melupakan, maka kenangan tetap terukir di dalam diri kita, membawa kita ke dunia indah tempat kita mengenang momen-momen terindah. Meskipun menyakitkan, tapi kenangan tetap memiliki daya tarik tersendiri di hati.
Hidup mungkin mempertemukan kita dengan orang-orang atau kita mungkin melewati tempat-tempat yang awalnya kita anggap remeh, tetapi ketika kita pergi, kita merasakan nilai dan dampaknya yang begitu besar.
Kita hidup dengan kenangan dan berharap kenangan itu akan kembali. Oleh karena itu, kami hadirkan untuk Anda kata-kata terindah tentang kenangan yang telah berlalu namun masih hidup.
Kenangan yang kita ukir dalam-dalam di hati kita, gambaran yang kita simpan dalam pelupuk mata kita, kerinduan yang kita kunci dalam hati kita, dan ‘hasrat’ yang telah menjadi jelas dalam kata-kata kita, dan cinta karenaNya yang tidak dapat kita sembunyikan di dalam hati kita.
Tidak ada manusia atau kekuatan apa pun yang dapat menghapus ingatan sepenuhnya. Aku kembali dengan pikiranku ke masa kita, dan aku mencari di antara lipatan tawa untuk kebahagiaan kita, dan perasaan membawa ke mimpi-mimpi kita.
Aku melihat detik-detik berlalu di hadapan, dan perasaan yang sama masih ada di dalam diri kita, dan buku catatan kita masih terisi dengan gambar-gambar masa kecil dan remaja kita, dan kursi kita masih berisi kehangatan cerita-cerita kita.
Meskipun kita memiliki banyak kenangan, namun kita tidak dapat memilih apa yang kita ingat; kenangan muncul kapan saja ia mau. Aku menyusuri jalan kita, jalan yang sama yang pernah kita lalui di masa muda, dan aku bertanya-tanya kapankah kita akan kembali pada kegembiraan kita, menggapai mimpi-mimpi kita, mendengar gema tawa kita, menghapus air mata kesedihan dari jalan kita, bergandengan tangan, dan membangkitkan harapan sebagai motto kita.
Beberapa kenangan kita lebih baik daripada apa pun yang mungkin terjadi lagi pada kita. Aku selalu berjanji dalam hati, tak peduli seberapa lama atau singkatnya waktu yang berlalu, tak peduli seberapa banyak orang yang setia mengingkari atau mengingkari, tak peduli seberapa sedikit atau banyaknya kesedihan, tak peduli seberapa banyak kesakitan atau penindasan yang kurasakan, kau akan tetap, sebagai terangnya dunia, kau akan tetap bersama di hatiku selamanya.
Kita tidak mengetahui nilai sesungguhnya dari momen-momen kehidupan sampai momen tersebut memudar ke dalam ingatan kenangan. Kita mungkin menghilang seperti matahari terbenam, dan waktu mungkin mengalihkan perhatian kita, tetapi denyut jantung tidak pernah melupakan orang-orang ‘terkasih’.
Jangan percaya pada ingatan kita; karena ia adalah jaring penuh lubang yang melaluinya hal-hal terbaik bocor. Kita mengingat dan mengenang kenangan indah itu untuk mengetahui nilai orang-orang yang kita cintai, dan tempat mereka bersama kita dengan cara yang lebih dari yang kita harapkan.
Kenangan kita bisa jadi adalah api yang menyala dalam diri kita, yang kita harap segera padam, atau cahaya yang menjadi petunjuk bagi kita di hari-hari mendatang, atau gempa bumi yang menghancurkan jiwa kita, yang membuat kita tak bisa tenang.
Ingatan kita melekat erat pada kenangan yang tidak mengenakkan dan menjijikkan, sedangkan hal-hal kita kenang, dan yang indah harus dituliskan dalam buku harian kita agar kita tidak melupakannya.
Kenangan sunyi antara hati dan pikiran menghancurkan hati. Keadaan mungkin membawa kita jauh, ke tempat yang tidak kita kenal, dan kesibukan hidup mungkin menyibukkan kita, dan masing-masing dari kita mungkin mencari stabilitas dan kedamaian batin, tetapi di balik semua ini, kenangan indah akan selalu ada di hati kita, dan jiwa kita akan tetap terikat satu sama lain, walau dunia kita telah berbeda dan berubah.
Jangan sesali cinta yang pernah kau jalani, meskipun itu menjadi kenangan yang menyakitkan. Jika bunga telah layu, maka harumnya telah hilang, dan yang tersisa hanyalah duri, jangan lupakan bahwa ia pernah memberimu aroma indah yang membuatmu bahagia dan menjadi kenangan.
Pria hidup dengan melupakan, tetapi wanita hidup dalam kenangan. Kenangan yang kita coba lupakan, coba hindari, atau kita coba remehkan adalah diri kita dalam masa kanak-kanak, remaja dan kepolosan kita.
Kenangan indah ibarat bintang di langit yang bersinar bagi kita, mutiara kebanggaan yang berkilau, yang dengannya kita menghiasi kata-kata kita, seruling yang dengannya kita bernyanyi, kapal impian yang kita kendarai, dan berlayar bersamanya melewati hari-hari ini dengan harapan dapat mengambilnya kembali di hari-hari mendatang.
Kenangan mungkin membangkitkan rasa rindu dalam diri kita, mungkin membangkitkan kesedihan dalam diri kita, mungkin juga membawa kita kembali ke masa lalu yang tidak ingin kita lupakan, atau yang ingin kita lupakan, namun bukankah cukup jika kita mengingatnya, bahwa kenangan itu masih bersama kita, dan bahwa pemiliknya masih bersama kita di dalam hati dan jiwa kita?
Seperti halnya batu yang larut dalam asam, begitu pula ingatan yang memudar seiring waktu dan jarak. Kenangan indah kini datang dalam bentuk rasa sakit. Wahai burung-burung yang bermigrasi, yang terbang tinggi di angkasa raya, sambil mengepakkan sayapmu, sampaikanlah pada sayapmu itu beberapa patah kata.
Kata-kata emas yang tulus kepada orang itu, kepada saudaramu di negeri yang jauh, dan katakan kepadanya bahwa kejujuran, kecintaan, keterusterangan, dan penepatian janji adalah fondasi sejati untuk membangun persahabatan.
Betapa kita membutuhkan kenangan-kenangan itu ketika datang dari jauh, setelah sekian lama. Yang mengingatkan kita akan kenangan itu, mengenangnya bersama kita, melambangkannya, dan berpesan agar kita yakin, karena bukan hanya engkau yang tetap setia, bukan pula engkau yang mengingat momen-momen indah dan situasi-situasi indah, merindukannya, dan ingin mengenangnya bersama-Mu.
Keajaiban dan kejeniusan ingatan terletak pada sifatnya yang sulit untuk dipuaskan, mudah berubah, dan konsekuensinya tidak dapat diprediksi. Alangkah indahnya hidup ini jika mendapatkan sahabat yang setia, yang tidak berpura-pura dan tidak bermain topeng, sehingga kenangan bersama mereka tetap menjadi simbol dari segala hal yang indah.
Terkadang ia menolak hal-hal yang besar dan berbudi luhur, sambil mencetak gambar-gambar yang jelas tentang hal-hal yang kecil dan remeh. Dunia ini ibarat kereta api; ia mempertemukan kita di satu stasiun dan memisahkan kita di stasiun lain. Namun, mereka tetap di hati kita, dan kenangan mereka tetap bersama kita. Berapa banyak orang terkasih yang kita temui dalam imajinasi kita?
Surat dalam Kenangan
Pesan pertama: Sukacita membawa kita mengembara bersama jiwa-jiwa mereka dalam cinta, dan surga pertemuan. Mereka yang memenuhi hati, dan cinta adalah salah satu anugerah tertinggi mereka, dan toleransi serta kelembutan, demi jiwa-jiwa yang memeluk mereka dengan penuh cinta. Mereka berbagi suka dan duka, air mata dan senyum dengan kita.
Betapa banyak kita habiskan perasaan-perasaan itu bersama, sepakat dan tak sepakat, berbicara dan menangis, menghiasi kerinduan dengan perasaan-perasaan kita yang paling halus, hingga awan hitam itu datang menghujani kita, awan perpisahan, seolah waktu telah menjadi sempit bagi kita dan ingin menyingkirkan kita.
‘Hantu’ menakutkan itu datang kepada kita, yang menyandang nama yang selalu ditakuti, yaitu: hantu kepergian. Ia datang kepada kita secara tiba-tiba untuk merenggut jiwa yang telah bersemayam dalam diri kita untuk membuat kita merasakan sakit dan keluh kesah, meninggalkan kita ruang kenangan yang penuh air mata. Alam semesta menjadi hitam, dan perasaan itu menyatakan duka.
Pesan kedua: Saat merindukanmu, pikiranku tak mampu memikirkan hal lain. Entah mengapa. Mungkin karena kau segalanya bagiku. Saat mengingatmu, tiada lagi yang berharga. Kenangan kita, masa lalu kita, orang-orang yang telah melewatinya dan menjadi kenangan, dan orang-orang yang pergi ke dunia yang jauh dengan penuh kerinduan.
Antara melupakan dan mengingat, sebuah lonceng kesedihan yang getir dan kerinduan yang membabi buta berdentang, karena rindu itu ditakdirkan untuk tak berjumpa dengan orang-orang terkasih.
Dunia yang penuh kelelahan, dunia yang penuh keterasingan, dunia yang mereduksi dirinya menjadi tempat persinggahan bagi kita, tempat kita menanti kepulangan mereka, dan tempat mereka menanti kepulangan kita.
Dan di antara persinggahan kehidupan, maka kehidupan itu memudar, sehingga kita hanyalah surat-surat yang ditulis oleh kehidupan, hingga kehidupan itu diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla.
Pesan ketiga: Mereka pergi, hanya meninggalkan sisa-sisa masa lalu, keharuman yang tak terlupakan, suara yang kita rindukan, pelukan yang kita rindukan, dan cinta yang tumbuh semakin kuat.
Dan itu membunuh, gambaran yang sunyi, kerinduan yang tak terpadamkan, air mata yang tak pernah kering, rasa sakit yang tak berujung, rumah yang kosong penuh dengan kenangan, dan pakaian tergantung yang membunuh kita dari waktu ke waktu.
Pesan keempat: Kenangan memiliki kerutan, seperti halnya tahun-tahun yang berlalu, tetapi ia bersemayam di dalam jiwa, bukan di wajah. Melupakan tak lagi mungkin, karena kenangan masih menumpuk. Kau tak akan tahu nilai dari apa yang kau miliki sampai kau kehilangannya, tetapi kenyataannya kau selalu tahu nilai dari apa yang kau miliki, tetapi kau tak pernah berpikir akan kehilangannya suatu hari nanti.
Maka tahun-tahun berlalu, dan waktu terus berlalu, hingga lonceng perpisahan terus berdentang, dan kita meninggalkan momen-momen indah, untuk tetap menjadi kenangan yang tertulis di garis-garis kelupaan.
Pesan kelima: Ingatanku bagaikan wadah peleburan tukang emas; emas mengalir keluar, tetapi kotorannya tetap ada. Maka tetaplah duduk di tempat yang sama, tempat di mana kenangan-kenangan yang menghantui dan indah berterbangan, membalik halaman masa lalu, dan mengingat orang-orang yang tidak ada yang tersisa selain sebuah kenangan.
Kita berduka atas kenangan buruk karena kenangan tersebut tidak membahagiakan, dan berduka atas kenangan baik karena kenangan tersebut telah hilang selamanya. Dua jenis kesedihan yang berbeda: duka atas kenangan buruk karena penderitaan yang ditimbulkannya, dan duka atas kenangan baik karena hilangnya momen indah tersebut selamanya.
Banyak hal terjadi di dalam hidup kita yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mulai dari bahagia, marah, sedih, dan juga haru turut menjadi perasaan yang akan hadir di dalam hidup. Ini adalah refleksi mendalam tentang bagaimana kehilangan, baik itu berupa penderitaan atau kebahagiaan dapat menjadi sumber duka cita yang kompleks.
Salah satu hal positif saat kamu tidak sanggup untuk melupakan seseorang yaitu menjadi banyak kenangan, terlepas kenangan tersebut baik ataupun buruk, namun ia akan dapat membentuk diri kita. Membentuk ingatan jangka panjang yang kuat, sehingga pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari masa lalu kita.