@ Cecep Y. Pramana
Sangat mudah untuk mengatakan kita peduli, dan bahkan terlihat seperti kita peduli. Tapi jauh lebih sulit untuk benar-benar melakukannya. Peduli dengan tulus terhadap orang lain bukan hanya soal bersikap baik dan menyenangkan.
Bahkan, ketika kita benar-benar peduli, maka kita sering kali harus tidak setuju, meskipun akan jauh lebih mudah untuk hanya bersikap baik dan menerima saja. Kepedulian yang tulus seringkali membutuhkan keberanian untuk berbeda demi hasil yang lebih baik. Ini tentang mengutamakan nilai dan kebenaran di atas kenyamanan sosial atau menghindari konflik.
Ada kalanya hal yang paling penuh kasih dan welas asih yang dapat kita katakan adalah tidak. Ada kalanya respons yang paling hormat dan bijaksana adalah dengan tidak setuju. Menantang orang untuk melakukan yang terbaik jauh lebih memberdayakan daripada membiarkan mereka berhasil dengan upaya setengah hati.
Membantu orang untuk menjadi mandiri jauh lebih murah hati daripada membiarkan mereka bergantung pada kemurahan hati kita, meskipun hal itu juga jauh lebih sulit. Meskipun itu lebih sulit daripada sekadar memberi bantuan langsung; namun ini tentang memberikan “kail” kemandirian daripada “ikan” bantuan sesaat, yang membangun harga diri dan kemampuan jangka panjang.
Terkadang, hal yang paling membantu yang dapat kita lakukan untuk seseorang adalah meminta pertanggungjawaban orang tersebut. Salah satu hal paling berharga yang dapat kita berikan kepada orang lain adalah kesempatan, sesulit apa pun itu, untuk tumbuh lebih kuat, lebih mampu, dan lebih dapat diandalkan.
Dunia sangat membutuhkan orang-orang yang peduli, namun sekadar bersikap baik dan murah hati saja tidak cukup. Pedulilah dengan cukup untuk menghormati, untuk memberikan tantangan positif, untuk selalu menginginkan yang terbaik, dan untuk selalu mengangkat orang-orang yang kita sayangi ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Bismillah…
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana