@ Cecep Y Pramana
Apakah ketakutan menghambat kita? Takut gagal? Takut sukses? Takut akan hal yang tidak diketahui? Meskipun sedikit rasa takut dapat memberikan kehati-hatian yang sehat, namun ketakutan tetap harus dihadapi dengan cepat dan percaya diri.
Jika tidak, maka ia akan menjadi sangat merusak. Ketika kita takut akan sesuatu, dan jika kita terus memikirkannya, maka kita memberikan hal itu kekuatan yang semakin besar. Hanya dengan memikirkan hal yang kita takuti, maka kita dapat menyebabkannya terjadi.
Itulah mengapa sangat penting untuk menaklukkan ketakutan kita. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi ketakutan adalah dengan menempatkannya dalam perspektif. Tanyakan pada diri kita, “apa hal terburuk yang dapat terjadi?”
Seringkali, ketakutan terbesar kita adalah takut “terlihat buruk.” Ini sebenarnya ketakutan yang konyol, tetapi menghentikan banyak orang. Atau mungkin ketakutan kita lebih substansial. Mungkin kita takut akan risiko keuangan. Jika demikian, maka ketakutan kita mungkin memberi tahu kita untuk berhati-hati, dan jangan bertindak bodoh.
Cara untuk mengatasi situasi ini adalah dengan meneliti ‘investasi’ potensial kta dengan cermat, melakukan “uji tuntas” untuk memastikan bahwa itu adalah situasi yang solid dan berpotensi menguntungkan. Jarang ada keuntungan finansial tanpa risiko, tetapi itu tidak berarti kita harus mengambil risiko yang tidak perlu.
Mungkin kita telah mengevaluasi semua risiko, dan merasa nyaman secara intelektual, tetapi kita masih merasa takut. Sekali lagi, tanyakan pada diri sendiri, “apa hal terburuk yang bisa terjadi?” Katakanlah hal terburuk yang bisa terjadi adalah kta kehilangan semua aset kita.
Tentu saja itu sangat buruk. Namun, itu bukanlah akhir dunia. Banyak sekali orang yang sangat sukses telah bangkit kembali dari situasi seperti itu. Intinya, ketakutan kita perlu diatasi. Seperti membuang sampah. Ketakutan muncul sebagai akibat dari aktivitas kita.
Ketakutan adalah bagian penting dari kehidupan, tetapi jika terus ada terlalu lama, maka ketakutan itu akan menjadi sangat merepotkan. Akui ketakutan kita, lalu atasi, dan lanjutkan apa yang perlu kita lakukan. Bismillah…
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana