@ Cecep Y. Pramana
Orang lanjut usia adalah seseorang yang berusia di atas enam puluh tahun yang tidak lagi mampu melakukan banyak tugas sehari-hari yang biasa mereka lakukan. Semua kitab suci menganjurkan untuk menjaga umat manusia, dan banyak ayat dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menekankan hal ini sejak masa kanak-kanak hingga usia tua, bahkan setelah kematian.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS Al Isra: 70)
Manusia dimuliakan karena nilai kemanusiaan mereka yang hakiki. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan termasuk dari golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan menghormati orang tua”. (HR. Tirmizi)
Usia lanjut adalah tahap kehidupan manusia yang paling membutuhkan perawatan, karena individu menjadi lemah dan membutuhkan perhatian dalam semua aspek: psikologis, fisik, nutrisi, dan kesehatan. Karena pentingnya tahap kehidupan ini, banyak organisasi masyarakat sipil yang mengkhususkan diri dalam perawatan lansia, dan hukum internasional telah memberikan perhatian besar pada perawatan lansia.
Metode perawatan lansia
Untuk memberikan perawatan yang tepat bagi lansia, sangat penting untuk memahami perubahan yang terjadi pada mereka di usia ini. Perubahan tersebut meliputi:
Perubahan fisik: Seiring bertambahnya usia, seseorang mengalami perubahan fisiologis yang pada tahap selanjutnya mencapai titik kelemahan fisik, sehingga otot dan saraf tubuhnya melemah, dan pada titik ini orang lanjut usia membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Perubahan psikologis: Orang lanjut usia hidup di bawah tekanan psikologis yang besar, karena perasaan lemah dan kebutuhan mereka akan bantuan dan pertolongan. Oleh karena itu, mereka harus diperlakukan dari sudut pandang kewajiban, bukan amal, dan diyakinkan bahwa ini adalah jalan hidup dan bahwa setiap orang muda akan mencapai tahap ini dan membutuhkan bantuan. Ini hanyalah peran, seperti saya merawat ayah saya agar anak saya merawat saya.
Perubahan pola makan: Lansia mungkin tidak lagi bisa mengonsumsi sembarang makanan, terutama jika mereka memiliki penyakit tertentu, sehingga perlu mengidentifikasi makanan yang cocok untuk mereka, yang mengandung vitamin dan nutrisi yang mudah dicerna.
Perubahan kesehatan: Kelemahan tubuh lansia mengurangi kemampuan mereka untuk melawan penyakit, sehingga perlu untuk mengidentifikasi penyakit yang mereka derita terlebih dahulu, dan kemudian menyediakan lingkungan sehat yang mengurangi risiko mereka tertular penyakit.
Perubahan sosial: Sangat penting bagi lansia untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka. Lingkungan yang tepat harus disediakan untuk memfasilitasi lansia duduk bersama teman-teman mereka, terutama teman-teman yang lebih muda, dan untuk mengingatkan mereka pada tahap kekuatan dan vitalitas mereka, untuk membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka.
Dari uraian di atas, jelas bagi kita bahwa para lansia membutuhkan perawatan dan perhatian yang besar, sehingga kita harus layak mendapatkannya agar mereka tidak merasa lemah dan tak berdaya. Hari ini saya kuat, tetapi pasti akan datang suatu hari ketika saya membutuhkan seseorang untuk membantu dan mendukung saya dalam kelemahan saya. Wallahua’lam bishawab.
** diolah dari berbagai sumber bacaan
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana