@ Drs. DH Al Yusni, M.Sos.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam agama Islam. Bulan yang penuh dengan berkah, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Rasulullah SAW memberikan teladan yang sempurna dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan. Banyak kebiasaan yang beliau lakukan yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam hingga saat ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas kebiasaan-kebiasaan Rasulullah SAW dalam menyambut bulan Ramadhan, dilengkapi dengan ayat Al-Qur’an, hadis, serta pendapat ulama yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam.
1. Menyambut Ramadhan dengan Sukacita
Rasulullah SAW sangat menyambut bulan Ramadhan dengan sukacita. Beliau menyampaikan kepada umatnya bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat yang diberikan Allah SWT di bulan tersebut.
Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Ketika bulan Ramadhan datang, Rasulullah SAW bersabda: ‘Telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, bulan yang diwajibkan atas kalian berpuasa, di bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikan pada malam itu, maka sungguh ia telah merugi.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Baihaqi)
Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa Rasulullah SAW memperkenalkan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan rahmat dan keutamaan. Umat Islam hendaknya menyambut Ramadhan dengan hati yang gembira dan penuh persiapan untuk meraih berkahnya.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah Sebelum Ramadhan
Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW dalam menyambut Ramadhan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban. Rasulullah SAW berpuasa lebih banyak pada bulan Sya’ban dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hal ini untuk mempersiapkan fisik dan spiritual agar dapat lebih siap menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Aisyah RA berkata: “Rasulullah SAW tidak berpuasa di suatu bulan lebih banyak dari pada bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada bulan itu karena ia ingin menyiapkan diri untuk puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa sunnah di bulan Sya’ban ini merupakan latihan untuk tubuh agar lebih siap dalam menghadapi puasa Ramadhan yang lebih panjang. Ini juga menunjukkan bahwa persiapan fisik dan mental sangat penting sebelum memasuki bulan Ramadhan.
3. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Rasulullah SAW memperbanyak doa dan dzikir menjelang Ramadhan. Beliau berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk menjalani ibadah puasa dengan baik, serta meminta ampunan bagi umatnya. Rasulullah SAW juga mendorong umat Islam untuk berdoa di bulan Ramadhan karena bulan ini adalah waktu yang penuh dengan rahmat dan pengampunan.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Rasulullah SAW berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” (HR. Ibn Khuzaimah)
Doa ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW mempersiapkan dirinya dan umatnya untuk Ramadhan dengan meminta berkah dari Allah SWT. Meningkatkan doa dan dzikir menjelang Ramadhan adalah bagian dari kebiasaan Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan.
4. Menjaga Shalat dan Ibadah Lainnya
Rasulullah SAW selalu meningkatkan ibadahnya pada bulan Ramadhan, terutama dalam hal shalat. Shalat malam (Qiyamul Lail) adalah salah satu ibadah yang beliau tingkatkan di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Sebagaimana dalam hadis Aisyah RA: “Rasulullah SAW memperbanyak shalat pada malam hari, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat tarawih, yang merupakan shalat sunnah yang dilakukan pada malam bulan Ramadhan, juga menjadi kebiasaan Rasulullah SAW. Meskipun beliau tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah setiap malam agar tidak diwajibkan atas umatnya, beliau tetap melaksanakan shalat tersebut secara pribadi di rumahnya.
5. Berbuka dengan Kurma dan Air Putih
Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat baik dalam berbuka puasa. Beliau biasa berbuka dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, beliau mengatakan: “Rasulullah SAW berbuka dengan kurma segar, jika tidak ada (kurma segar) beliau berbuka dengan kurma kering, jika tidak ada (kurma kering) beliau berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)
Hal ini menunjukkan kesederhanaan Rasulullah SAW dalam berbuka puasa. Beliau lebih mengutamakan makanan yang sederhana dan penuh dengan keberkahan.
6. Memberikan Sedekah
Rasulullah SAW sangat dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Beliau sangat memperhatikan kondisi orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang kurang mampu. Rasulullah SAW mendorong umat Islam untuk memperbanyak sedekah di bulan yang penuh berkah ini.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril menemui beliau.” (HR. Bukhari)
Kebiasaan Rasulullah SAW ini mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada ibadah diri, tetapi juga untuk berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
Kesimpulan
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh dengan keberkahan, dan Rasulullah SAW memberikan teladan yang sempurna dalam menyambut dan menjalani bulan ini. Dari memperbanyak puasa sunnah, doa, dzikir, hingga meningkatkan kualitas ibadah dan berbuka dengan cara yang sederhana, Rasulullah SAW mengajarkan kita bagaimana menyambut Ramadhan dengan penuh kesyukuran dan keikhlasan.
Pendapat ulama menyatakan bahwa kebiasaan Rasulullah SAW ini adalah sumber inspirasi bagi umat Islam untuk menjalani bulan Ramadhan dengan penuh berkah. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk mengikuti teladan beliau dalam menyambut bulan yang penuh dengan rahmat ini.
Referensi :
1. Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari.
2. Muslim, Abu al-Husayn. Sahih Muslim.
3. Ibn Khuzaimah, Muhammad bin Ismail. Sahih Ibn Khuzaimah.
4. An-Nasa’i, Ahmad bin Shu’ayb. Sunan an-Nasa’i.
5. Al-Qur’an al-Karim, Surah Al-Baqarah: 183-185.