Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Gembira Menyambut Datangnya Ramadhan

Posted on 17 February 202613 February 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Lintasan waktu kembali mengantar kita menuju gerbang Ramadhan. Bulan yang selalu disambut dengan rasa rindu dan kegembiraan. Bulan yang dahulu disambut Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam layaknya menyambut tamu agung; “Marhaban ya Ramadhan”.

Kini, gema sambutan itu kembali terasa. WhatsApp, telegram, spanduk, baliho, poster, dan berbagai media dipenuhi ucapan selamat datang. Iklan-iklan Ramadhan hadir di televisi dan radio, pesan-pesan berantai beredar di media sosial, dan percakapan tentang Ramadhan mulai menghangat di mana-mana. Getaran ruhani Ramadhan seolah perlahan mengetuk kesadaran kita. Jutaan kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk di Indonesia, menyambut kedatangannya dengan suka cita.

Ramadhan memang bulan yang selalu dirindukan. Ada keindahan dan kekhusyukan yang sulit ditemukan di bulan-bulan lain. Tak heran jika di bulan ini, banyak hal yang biasa terasa menjadi istimewa. Ramadhan menghadirkan “makanan jiwa” berupa puasa yang membersihkan, tarawih yang menenangkan, lailatul qadar yang agung, hingga idul fitri yang mengembalikan kita pada fitrah. Ibadah di bulan ini menjanjikan kebahagiaan batin yang tak tergantikan.

Namun, menyambut Ramadhan sering kali juga diiringi kesibukan yang bersifat lahiriah. Kesibukan menyiapkan hidangan berbuka, penampilan, hingga rutinitas sosial yang berubah. Masjid-masjid mulai ramai, majelis taklim dan kajian Tarhib Ramadhan digelar di berbagai tempat di kantor, sekolah, hingga instansi pemerintahan. Tarhib sendiri bermakna menyambut, sebagaimana marhaban berarti selamat datang.

Kegembiraan Ramadhan ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi ia menjanjikan limpahan paket ruhani, namun di sisi lain, jika tidak disikapi dengan arif, ia bisa bergeser menjadi sekadar panggung ritual, yaitu hanya sekedar ramai, semarak, tetapi miskin transformasi. Ibadah berisiko menjadi pertunjukan, kehilangan ruh, dan tak benar-benar mengantarkan kita menuju ketakwaan.

Agar bulan Ramadhan benar-benar bermakna, maka diperlukan persiapan yang matang. Bukan sekadar persiapan lahiriah, tetapi juga persiapan batin dan kesadaran. Setidaknya ada beberapa bentuk persiapan penting yang perlu kita lakukan.

Pertama, persiapan ilmu. Ibadah yang benar harus membutuhkan ilmu. Pemahaman tentang fiqh puasa, tarawih, zakat, dan amalan Ramadhan lainnya akan menjaga ibadah kita dari kesalahan dan kesia-siaan. Dengan ilmu, kita tahu apa yang merusak puasa dan apa yang menyempurnakannya. Tanpa ilmu, semangat yang besar pun bisa kehilangan arah.

Kedua, persiapan jiwa dan spiritual (ruhiyah). Menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati yang gembira dan penuh harap. Ramadhan adalah bulan untuk mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala, maka jiwa kita perlu dilatih sejak sebelumnya.

Memperbanyak ibadah di bulan-bulan menjelang Ramadhan terutama Sya‘ban, menjadi langkah penting. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya‘ban. Ini adalah latihan hati agar saat bulan Ramadhan tiba, jiwa telah siap menyambutnya.

Ketiga, persiapan fisik. Ramadhan adalah bulan ibadah yang intens. Puasa, qiyamullail, tilawah Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan memerlukan fisik yang sehat. Menjaga kondisi tubuh sebelum datangnya Ramadhan adalah bentuk kesungguhan agar tidak kehilangan banyak kesempatan ibadah karena kelemahan fisik atau fisik yang ringkih (kondisi tubuh yang lemah, rentan sakit, tidak bertenaga, atau mudah lelah akibat daya tahan tubuh rendah, kurang gizi, atau penyakit tertentu).

Keempat, persiapan harta. Persiapan harta (keuangan) bukanlah untuk kemewahan, tetapi untuk kedermawanan. Bulan Ramadhan adalah bulan sedekah. Menata harta (keuangan) kita agar lebih mudah berinfak, bersedekah, dan menunaikan zakat adalah bagian dari persiapan ruhani. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyebut sedekah di bulan Ramadhan sebagai sedekah yang paling utama.

Kelima, persiapan keluarga. Ramadhan adalah madrasah keluarga. Anak-anak perlu diperkenalkan pada makna puasa dengan cara yang lembut dan menyenangkan. Membangun suasana rumah yang hangat, mengajak sahur bersama, bercerita tentang Ramadhan, dan memberi teladan adalah investasi ruhani jangka panjang bagi mereka.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala dengan banyak keutamaan. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Bulan Ramadhan juga menjadi waktu dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan, sebuah isyarat bahwa jalan kebaikan dibentangkan Allah Subhanahu wata’ala seluas-luasnya.

Di dalam bulan Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebuah malam yang mengajarkan bahwa kualitas ibadah jauh lebih bermakna daripada sekadar kuantitas waktu. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan doa, bulan di mana permohonan hamba memiliki peluang besar untuk dikabulkan, terutama doa orang yang berpuasa.

Dan akhirnya, kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadhan hendaknya bukan sekadar kegembiraan seremonial. Ia harus berangkat dari kesadaran iman yang kuat untuk naik kelas secara ruhani (ruhiyah), memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan niat yang tulus.

Semoga bulan Ramadhan yang kita sambut bukan hanya penuh gerak, tetapi juga penuh makna. Bukan sekadar ritual tanpa jiwa, melainkan perjalanan hati menuju derajat takwa. Semoga Allah Subhanahu wata’ala menerima amal kita dan menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih bertakwa. Wallahu a’lam bishawab.

Donasi Kebaikan hanya di: bantusesama.co

  1. bantusesama.co/fidyah
  2. bantusesama.co/ZakatEmas
  3. bantusesama.co/ZakatPenghasilan
  4. bantusesama.co/ZakatInvestasi
  5. bantusesama.co/TemanDisabilitas
  6. bantusesama.co/PeduliPalestina
REKENING KEBAIKAN atas nama: Yayasan Ukhuwah Care Indonesia
Rekening ZakatRekening Infaq
BSI – 7100 3000 14BSI – 6856 6470 10
MUAMALAT – 3050 7000 73BCA – 066 327 1960
MANDIRI –  167 00 555 000 77MANDIRI –  167 000 2432 085
Konfirmasi: Pak Acep – 6281287026443
0Shares
Category: Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 0
  • 4,299
  • 1,090,963
  • 2,511

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme