Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

[1 Ramadhan]: Berlomba Meraih Ampunan Allah di Bulan Mulia

Posted on 19 February 202615 March 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Bulan Ramadhan bukan sekadar jeda dari makan dan minum. Ia adalah ruang pembinaan (tarbiyah) jiwa, sebuah madrasah ruhani yang Allah Subhanahu wata’ala buka dengan penuh kasih, agar manusia kembali menyadari siapa dirinya dan kepada siapa ia akan kembali. Di bulan inilah, hati diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, lalu menata ulang arah penghambaan.

Setahun perjalanan hidup tentu menyisakan banyak khilaf. Ada kata yang tak terjaga, janji yang terabaikan, dan niat baik yang tertunda. Bulan Ramadhan hadir bukan untuk menghakimi, melainkan ia hadir untuk merangkul. Ia adalah bukti bahwa Allah Subhanahu wata’ala tidak menghendaki hamba-Nya terperosok dalam keputusasaan, melainkan terus berharap pada luasnya rahmat dan ampunan-Nya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menegaskan keutamaan ini dalam sabdanya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menyambut bulan Ramadhan berarti menyiapkan diri untuk bergerak lebih sigap dalam kebaikan dan kepedulian. Taubat tidak layak ditunda, sebab Al-Qur’an mengajarkan bahwa ampunan Allah Subhanahu wata’ala adalah sesuatu yang harus dikejar dengan kesungguhan, bukan ditunggu dengan kelalaian.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali ‘Imran: 133)

Agar cahaya Ramadhan tidak berlalu begitu saja, ada tiga pilar yang patut kita kokohkan sepanjang bulan mulia ini. Pertama, memperbaiki shalat. Bukan sekadar menunaikan kewajiban, tetapi menghadirkannya dengan kesadaran. Malam-malam Ramadhan menjadi ruang perjumpaan yang hening melalui tarawih dan tahajud, saat doa-doa dilangitkan dengan harap yang paling jujur.

Kedua, mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Tadarus al-qur’an bukan hanya soal jumlah halaman, tetapi tentang membuka hati ini agar ayat-ayat Allah Subhanahu wata’ala menjadi penunjuk arah, penenang jiwa, dan cermin kehidupan kita.

Ketiga, melapangkan tangan dalam memberi. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan kedermawanan, terlebih di bulan Ramadhan. Beliau memberi bukan karena berlebih, tetapi karena yakin bahwa kebaikan tidak pernah mengurangi apa pun.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan dengan nada peringatan yang tegas: “Celakalah seseorang yang bulan Ramadhan menemuinya kemudian berakhir sebelum ia mendapatkan ampunan”. (HR. Tirmidzi).

Hadits ini mengetuk kesadaran kita agar tidak terbuai oleh semarak buka puasa dan persiapan hari raya semata, sementara tujuan utama Ramadhan meraih ampunan Allah Subhanahu wata’ala, justru terabaikan.

Maka, mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang penuh keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Jadikan setiap detiknya sebagai bekal menuju akhirat. Ingatlah, pintu-pintu surga sedang terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu. Kesempatan ini amat berharga dan belum tentu terulang kembali.

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang keluar darinya dengan jiwa yang bersih dan kemenangan sejati. Wallahua’lam bishawab.

0Shares
Category: Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 0
  • 4,299
  • 1,090,963
  • 2,511

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme