@ Cecep Y Pramana
Ada satu sosok yang selalu hadir dalam hidup kita. Ia tidak pernah benar-benar pergi. Ia menyertai setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap pergulatan batin. Sosok itu adalah diri kita sendiri.
Sering kali, kita mencari dorongan dari luar. Kita berharap ada yang menguatkan, mengingatkan, atau memberi semangat saat langkah terasa berat. Padahal, ada suara yang paling sering kita dengar setiap hari. Suara itu datang dari dalam diri kita sendiri.
Percakapan dengan diri sendiri terjadi hampir tanpa jeda. Ia hadir dalam bentuk pikiran, penilaian, dan bisikan-bisikan halus yang kita terima begitu saja. Tanpa disadari, kata-kata itu membentuk cara kita memandang diri, orang lain, dan kehidupan.
Pertanyaannya sederhana, tetapi tidak selalu mudah dijawab dengan jujur. Apa yang selama ini kita katakan pada diri sendiri? Apakah ia menguatkan saat lemah? Apakah ia memberi ruang untuk bangkit saat gagal? Atau justru ia melemahkan, menghakimi, dan memperpanjang rasa ragu?
Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kualitas hidup sering kali berakar dari kualitas percakapan batin ini. Kata-kata yang diulang setiap hari, perlahan menjadi keyakinan. Keyakinan itu kemudian membentuk sikap, dan pada akhirnya memengaruhi arah hidup.
Mengubahnya tidak harus dengan cara yang rumit. Ia bisa dimulai dari kesadaran. Berhenti sejenak. Mendengarkan apa yang sedang berlangsung di dalam diri. Lalu perlahan memilih kata-kata yang lebih jernih dan membangun.
Bukan berarti hal itu menutup mata dari kenyataan. Bukan pula memaksa diri untuk selalu merasa baik. Tetapi memberi ruang bagi diri untuk bertumbuh dengan cara yang lebih sehat. Dunia di luar sering kali penuh dengan suara yang melelahkan. Kritik, perbandingan, dan tekanan datang silih berganti.
Namun di tengah semua itu, kita tetap memiliki kendali atas satu hal yang penting, yaitu bagaimana kita berbicara kepada diri sendiri. Memilih untuk menguatkan diri bukanlah bentuk kelemahan. Itu adalah bentuk tanggung jawab.
Sebuah langkah sadar untuk menjaga arah, meski keadaan tidak selalu mendukung. Apa yang kita katakan pada diri sendiri mungkin tidak terdengar oleh orang lain. Tetapi dampaknya akan terasa dalam setiap langkah yang kita ambil. Bismillah…
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana