Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Keteladanan Seorang Murabbi Murabbiyah

Posted on 25 April 202622 April 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Ada momen sederhana yang sering terlewat, namun dapat menyimpan makna yang dalam. Saat seseorang membuka mushaf dan membaca Al-Qur’an, lalu anak-anaknya datang mendekat. Mereka membawa Iqra, duduk di sampingnya, dan meniru tanpa diminta.

Atau ketika seorang murabbi murabbiyah mendapati mutarabbinya berpuasa sunnah. Padahal tidak pernah ada perintah langsung darinya. Hanya karena sebelumnya ia melihat gurunya melakukan hal yang sama. Atau perubahan yang terjadi perlahan di dalam rumah.

Seseorang yang awalnya belum terbiasa menutup aurat, lalu mulai menyesuaikan diri. Bukan karena ceramah panjang, tetapi karena lingkungan yang ia lihat setiap hari. Semua itu terjadi tanpa banyak kata. Ia lahir dari satu hal yang sering dianggap sederhana, yaitu keteladanan.

Keteladanan adalah bahasa yang tidak terdengar, tetapi paling mudah dipahami. Ia tidak memaksa, tetapi mengajak. Ia tidak menekan, tetapi menumbuhkan. Apa yang kita lakukan, diam-diam menjadi pelajaran bagi orang lain. Sikap kita, pilihan kita, bahkan kebiasaan kecil kita, membentuk arah mereka yang melihat.

Karena itu, keteladanan seringkali lebih kuat daripada nasihat. Bahasa tindakan lebih jujur daripada rangkaian kata. Jika perilaku adalah cermin, maka orang lain akan bercermin pada diri kita. Jika lurus, maka bayangannya akan mengikuti. Jika condong, ia pun akan terbawa.

Seorang murabbi dan murabbiyah tidak hanya mengajar. Ia sedang membentuk. Bukan hanya melalui materi, tetapi melalui dirinya sendiri. Cara ia berbicara, cara ia bersikap, dan cara ia menghadapi masalah. Karena itu, menjadi murabbi murabbiyah berarti siap dilihat dan siap ditiru.

Siap memperbaiki dirinya, bahkan dalam hal yang tidak pernah ia ucapkan. Maka wajar jika para murabbi murabbiyah perlu terus belajar dari teladan terbaik. Menelusuri kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat sahabiyah, dan generasi setelahnya. Bukan untuk merasa kecil, tetapi untuk menjaga arah. Menyerupai mereka, meski tidak sempurna, tetap sebuah keberuntungan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah contoh paling utuh dalam keteladanan. Beliau berbicara dengan lembut, jelas, dan tepat. Tidak menyakiti, tidak merendahkan ketika ada kesalahan, beliau tidak mempermalukan pelakunya. Beliau mengoreksi dengan cara yang menjaga kehormatan.

Kisah tentang seorang amil yang menerima hadiah menjadi pelajaran penting. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung menyebut nama di depan umum. Namun, beliau meluruskan prinsipnya dengan tegas. Agar yang salah paham kembali pada kebenaran, tanpa kehilangan harga diri.

Beliau juga dekat dengan para sahabat. Tidak ada jarak yang membuat mereka segan untuk bertanya atau bercerita. Seperti kisah Jabir bin Abdullah. Dalam perjalanan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan keadaannya. Mengajaknya berbincang, dan mendengarkan alasannya dengan penuh perhatian.

Dialog itu sederhana, namun terasa hangat. Ada kepedulian, ada kedekatan, dan ada bimbingan langsung dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Keteladanan juga tampak jelas pada para sahabat nabi.

Abu Bakar Ash-Shiddiq menunjukkan keteguhan saat umat berada dalam guncangan. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat, banyak yang tidak siap. Namun Abu Bakar berdiri dengan tenang. Ia mengingatkan bahwa yang disembah adalah Allah Subhanahu wata’ala , bukan manusia.

Sikapnya bukan sekadar ucapan. Ia menjadi penopang bagi hati yang sedang goyah. Dalam situasi lain, ia menunjukkan ketegasan yang sama. Ketika sebagian enggan menunaikan zakat, maka ia tidak ragu mengambil sikap. Karena ia memahami bahwa menjaga prinsip adalah bagian dari menjaga agama.

Keteladanan itu tidak berhenti pada kata. Ia hadir dalam keputusan. Dalam keberanian, dan dalam konsistensi. Keteladanan adalah wujud integritas tertinggi di mana kata dan perbuatan selaras. Dan sifat jujur dan amanah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah keteladanan tertinggi dalam Islam.

Generasi setelahnya pun melanjutkan jejak itu. Atha bin Abi Rabah dikenal dengan kelembutan dan ketajaman nasihatnya. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap ucapannya terarah. Ia mengajarkan pentingnya menjaga lisan, karena setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban. Pengaruh beliau tidak terbatas pada majelis besar.

Bahkan seorang tukang cukur pun bisa belajar darinya, lalu mengamalkan dan menyebarkannya kembali. Ini menunjukkan bahwa keteladanan Atha bin Abi Rabah tidak mengenal batas. Ia bisa menjangkau siapa saja.

Ada pula kisah Sa’id ibn al-Musayyib. Seorang ulama besar yang memperhatikan muridnya, bahkan dalam urusan pribadi. Ketika salah satu muridnya kehilangan istri, ia tidak hanya memberi nasihat. Ia hadir, dan peduli. Bahkan membantu mencarikan pasangan baru. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal kecil. Namun bagi seorang murid, itu adalah perhatian yang mendalam. Dan dari sanalah lahir kedekatan yang tulus.

Begitu juga dengan Abu Hanifah. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi ia menjaga wibawa, kerapihan, dan kemurahan hati. Ia membantu muridnya tanpa mempermalukan. Ia memberi tanpa membuat merasa berutang. Keteladanan seperti ini membentuk rasa hormat yang lahir dari hati, bukan karena posisi.

Dari semua kisah ini, ada satu benang merah yang jelas. Keteladanan bukan tentang menjadi sempurna. Ia tentang kesungguhan untuk terus memperbaiki diri. Karena setiap murabbi murabbiyah, pada akhirnya, adalah cermin.

Dan setiap mutarabbi mutarabbiyah akan belajar dari apa yang ia lihat. Maka sebelum banyak berbicara, perhatikan apa yang terlihat. Sebelum banyak mengarahkan, perbaiki apa yang tercermin dalam diri. Sebab dari situlah tarbiyah benar-benar hidup. Wallahu a’lam bishawab.

Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana

0Shares
Category: Artikel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 6
  • 7,763
  • 1,086,458
  • 2,504

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme