Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Memutar Waktu

Posted on 7 July 20266 July 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

“Andai waktu bisa diputar kembali…” Kalimat itu cukup sederhana, tetapi menyimpan begitu banyak cerita. Ada air mata di baliknya, ada penyesalan yang belum selesai, dan ada harapan yang datang terlambat. Mungkin kita pernah mengucapkannya ketika kehilangan orang yang kita cintai.

Mungkin saat menyadari bahwa kesempatan emas telah berlalu. Atau ketika melihat diri sendiri dan berkata, “Seandainya dulu aku memilih jalan yang berbeda”. Namun, hidup memiliki satu aturan yang tidak pernah berubah. Waktu hanya berjalan ke depan. Tidak ada tombol jeda, tidak ada tombol ulang, dan tidak ada jalan kembali.

Yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada kita bukan kemampuan memutar waktu, tetapi kesempatan untuk mengubah arah kehidupan. Sering kali kita terlalu sibuk mengejar hari esok hingga lupa menghargai hari ini.

Kita menunda salat karena merasa masih ada waktu. Menunda meminta maaf karena gengsi, menunda berbakti kepada orang tua karena merasa mereka akan selalu ada, bahkan menunda berubah karena berpikir besok masih panjang.

Padahal, tidak ada seorang pun yang dijanjikan hari esok. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

Allah Subhanahu wata’ala bahkan bersumpah atas nama waktu. Hal itu menunjukkan betapa berharganya setiap detik dalam kehidupan manusia. Lucunya, kita rela kehilangan uang dan segera berusaha mencarinya kembali.

Tetapi saat kehilangan waktu, sering kali kita tidak merasa kehilangan apa pun. Padahal waktu jauh lebih mahal daripada harta. Uang yang hilang masih bisa dicari, tetapi waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa kembali.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)

Hadis ini bukan sekadar nasihat. Ia adalah pengingat bahwa hidup selalu memiliki batas. Yang tidak kita ketahui hanyalah kapan batas itu akan tiba. Karena itu, jangan menunggu hidup sempurna untuk mulai berubah. Jangan menunggu hati benar-benar tenang untuk mulai mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Jangan menunggu kehilangan untuk mulai menghargai, dan jangan menunggu penyesalan untuk mulai memperbaiki diri. Banyak orang berkata, “Kalau saja aku bisa kembali ke lima tahun yang lalu”. Padahal pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apa yang akan kita lakukan lima tahun dari sekarang agar tidak mengucapkan kalimat yang sama?

Masa lalu memang tidak bisa diperbaiki. Tetapi masa depan masih menunggu untuk ditulis. Hari ini adalah lembar kosong. Allah Subhanahu wata’ala memberi kita pena. Kitalah yang menentukan apakah halaman itu dipenuhi rasa syukur atau keluhan, dipenuhi amal atau penundaan, dipenuhi keberanian untuk berubah atau sekadar penyesalan yang terus diulang.

Kabar baiknya, Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah menutup pintu bagi hamba yang ingin kembali. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini menenangkan hati siapa pun yang pernah jatuh. Tidak ada masa lalu yang terlalu gelap bagi rahmat Allah Subhanahu wata’ala. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi ampunan-Nya jika disertai tobat yang tulus.

Selama napas kita masih berhembus, maka pintu harapan masih terbuka. Mungkin kita tidak bisa menghapus kesalahan yang pernah terjadi. Tetapi kita masih bisa menggantinya dengan kebaikan yang lebih banyak.

Mungkin kita tidak bisa mengulang kesempatan yang telah hilang. Tetapi kita masih bisa menciptakan kesempatan baru untuk memberi manfaat. Hidup bukan tentang menjadi manusia yang tidak pernah salah.

Hidup adalah tentang menjadi manusia yang selalu mau kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala setiap kali salah. Bayangkan jika hari ini adalah hadiah terakhir yang Allah Subhanahu wata’ala titipkan kepada kita.

Apakah kita masih ingin menghabiskannya untuk mengeluh? Masihkah kita ingin menunda salat? Masihkah kita ingin menyimpan dendam? Masihkah kita ingin berkata, “Nanti saja”? Karena sesungguhnya, kata “nanti” adalah jebakan yang sering membuat kita kehilangan “sekarang”.

Jangan habiskan hidup hanya dengan berharap waktu bisa diputar. Lebih baik gunakan waktu yang masih tersisa untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada kemarin. Sebab pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa lama kita hidup. Kita akan ditanya, untuk apa hidup itu digunakan.

Buat kita Renungkan

Kalau waktu benar-benar bisa diputar, mungkin kita akan memperbaiki banyak hal. Tetapi Allah Subhanahu wata’ala tidak menciptakan hidup seperti itu. Allah Subhanahu wata’ala memberikan sesuatu yang jauh lebih indah. Bukan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, melainkan kesempatan untuk menjadi lebih baik mulai hari ini.

Jadi, jika pagi ini Allah Subhanahu wata’ala masih membangunkan kita, makan hal itu bukan sekadar tanda bahwa kita masih hidup. Itu adalah bukti bahwa Allah Subhanahu wata’ala masih percaya, kita masih mampu memperbaiki diri. Dan mungkin, itulah keajaiban waktu yang sesungguhnya. Wallahu a’lam bishawab.

0Shares
Category: Artikel

2 thoughts on “Memutar Waktu”

  1. isoh sarifatija says:
    7 July 2026 at 17:03

    Masya Alloh
    Jazakumullah khairan katsiran

    Reply
    1. ceppangeran says:
      7 July 2026 at 21:16

      Alhamdulillah semoga senang membacanya. salam kenal

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 4
  • 5,920
  • 1,138,392
  • 2,564

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme