Jangan Iri pada Cerita Hidup Orang Lain

@ Cecep Y Pramana

Kita sering melihat kehidupan seseorang hanya dari bagian yang tampak. Kita melihat keberhasilannya, tetapi tidak melihat perjuangannya. Kita melihat kemudahannya hari ini, tetapi tidak tahu berapa panjang jalan yang pernah ia lalui. Kita melihat senyumnya, tetapi tidak pernah benar-benar tahu berapa banyak air mata yang mungkin pernah jatuh dalam diam.

Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa hidup orang lain lebih mudah daripada hidup kita. Bisa jadi, kemudahan yang sedang ia rasakan hari ini adalah jawaban Allah Subhanahu wata’ala atas kesabaran yang telah ia jalani bertahun-tahun.

Bisa jadi, keberhasilan yang terlihat sederhana bagi kita adalah hasil dari perjuangan panjang yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Ada orang yang pernah jatuh berkali-kali sebelum akhirnya berdiri. Ada yang pernah kehilangan sebelum kemudian menemukan. Ada yang bertahun-tahun menunggu sebelum akhirnya Allah Subhanahu wata’ala membuka jalan.

Kita hanya melihat hasil akhirnya. Allah Subhanahu wata’ala mengetahui seluruh prosesnya. Maka, jangan mudah iri ketika melihat kehidupan orang lain. Kita tidak pernah tahu ujian apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan kepadanya, sebagaimana mereka juga tidak mengetahui seluruh perjuangan yang sedang kita jalani.

Setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Ada yang diuji dengan kekurangan, ada yang diuji dengan kelebihan, ada yang diuji dengan kegagalan, bahkan ada pula yang diuji dengan keberhasilan. Sebab ujian tidak selalu berbentuk kesulitan.

Nikmat pun dapat menjadi ujian tentang bagaimana seseorang bersyukur dan menggunakan apa yang Allah Subhanahu wata’ala titipkan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).

Ayat ini mengajarkan kita untuk menjaga hati. Ketika melihat orang lain lebih berhasil, doakan kebaikannya. Ketika melihat seseorang mendapatkan rezeki lebih luas, belajarlah untuk ikut bersyukur. Ketika melihat orang lain mencapai sesuatu yang belum kita capai, jadikan itu sebagai inspirasi untuk memperbaiki ikhtiar, bukan alasan untuk merendahkan diri.

Sebab rezeki Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah tertukar. Bagian kita tidak akan menjadi milik orang lain. Begitu pula bagian orang lain tidak akan mengurangi apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala tetapkan untuk kita.

Mungkin hari ini kita masih berada dalam proses. Tidak apa-apa, teruslah berjalan, teruslah belajar, teruslah berdoa, dan teruslah memperbaiki diri. Jangan habiskan energi untuk membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan orang lain. Fokuslah pada amanah yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada kita hari ini.

Karena bisa jadi, apa yang hari ini terlihat indah di mata kita adalah hasil dari sabar panjang yang diam-diam ia jalani bersama Allah Subhanahu wata’ala. Dan bisa jadi pula, kesulitan yang sedang kita jalani hari ini sedang mempersiapkan kita untuk menerima sesuatu yang jauh lebih baik pada waktu yang telah Allah Subhanahu wata’ala tentukan.

Jangan iri pada halaman kehidupan orang lain. Syukuri halaman yang sedang Allah Subhanahu wata’ala tuliskan untuk kita, lalu jalani dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal. Hal ini mengingatkan kita untuk selalu ridha dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala dan fokus pada potensi diri sendiri. Bismillah.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *