Istighfar, Teman Setia dalam Setiap Langkah
@ Cecep Y Pramana
Dalam perjalanan hidup, kita sering sibuk mencari jalan menuju keberkahan. Kita bekerja lebih keras, memperbanyak ikhtiar, mengejar peluang, dan menyusun berbagai rencana untuk masa depan. Namun, ada satu hal yang kadang terlupakan: membersihkan hati dengan istighfar.
Jadikan istighfar sebagai teman setia dalam setiap langkah yang kita ayunkan. Bukan hanya ketika kita merasa telah melakukan dosa besar, tetapi juga dalam keseharian. Saat berjalan, bekerja, belajar, berjuang, bahkan ketika sedang menunggu sesuatu yang kita harapkan.
Kita tidak pernah tahu dosa mana yang menjadi penghalang datangnya keberkahan. Kita juga tidak selalu menyadari kesalahan apa yang mungkin membuat hati menjadi berat dan doa terasa belum menemukan jalannya. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa istighfar hanya untuk mereka yang banyak berbuat salah.
Kita semua membutuhkannya. Istighfar adalah pengakuan bahwa kita adalah manusia yang tidak luput dari kekurangan. Ada ucapan yang mungkin menyakiti, ada sikap yang mungkin mengecewakan, ada kewajiban yang mungkin terabaikan, dan ada nikmat yang mungkin kurang kita syukuri.
Maka, setiap kali lisan mengucapkan “Astaghfirullah”, semoga hati juga ikut merendah di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 10: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.”
Menariknya, setelah perintah beristighfar, Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan berbagai bentuk karunia dan pertolongan-Nya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa istighfar bukan sekadar ungkapan penyesalan. Ia juga menjadi bagian dari jalan menuju pertolongan dan keberkahan Allah Subhanahu wata’ala.
Maka, ketika hidup terasa sempit, perbanyak istighfar. Ketika rezeki terasa berat, perbanyak istighfar. Ketika hati gelisah, perbanyak istighfar. Ketika rencana belum berjalan, perbanyak istighfar. Dan ketika semuanya terasa baik-baik saja, tetaplah beristighfar sebagai bentuk kerendahan hati kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Sebab kita tidak pernah tahu dari mana keberkahan akan datang. Kita juga tidak pernah tahu kesalahan apa yang perlu kita tinggalkan. Barangkali, di antara istighfar yang sederhana, Allah Subhanahu wata’ala sedang membuka pintu yang selama ini kita tunggu.
Teruslah melangkah, teruslah berikhtiar, dan teruslah berdoa. Jangan biarkan satu langkah pun berlalu tanpa kita mengingat Allah Subhanahu wata’ala dan memohon ampun kepada-Nya. Mengingat Allah Subhanahu wata’ala di setiap keadaan akan memberikan ketenangan dan arah yang benar. Bismillah.