Bisikan Bumi yang Mengguncang Langit
@ Cecep Y Pramana
Sering kali kita merasa kecil di hadapan takdir Allah Subhanahu wata’ala yang begitu besar. Kita dihadapkan pada kenyataan dunia yang sering kali tidak sesuai dengan apa yang kita rancang dalam kepala. Namun, di balik semua ketetapan Allah Subhanahu wata’ala yang misterius, Dia memberikan kita sebuah senjata yang luar biasa, yaitu doa.
Takdir adalah wilayah kekuasaan Allah Subhanahu wata’ala yang mutlak, tetapi doa adalah wilayah perjuangan kita sebagai seorang hamba. Saat kita merasa tidak mampu mengubah keadaan, maka doa-doa kita hadir sebagai jembatan yang menghubungkan ketidakberdayaan kita dengan Kuasa-Nya yang tanpa batas.
Ketika kita sedang mengharapkan sesuatu, maka mulailah melangkah dengan melipat tangan atau menengadahkan telapak tangan kita ke atas. Mungkin suara kita terdengar samar di bumi, atau bahkan hanya berupa bisikan lirih yang tertahan di dalam dada.
Namun ketahuilah, getaran doa itu melesat hingga menembus awan, tanpa batas. Kita berbisik di bumi, tetapi seluruh makhluk langit gempar mendengarnya. Tidak ada doa yang tersesat atau salah alamat. Setiap permohonan doa selalu sampai kepada Yang Maha Kuasa pada waktu yang tepat.
Doa itu memang misterius. Ia tidak memiliki wujud fisik, tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi ‘getaran’ energinya bisa dirasakan langsung di dalam jiwa berupa ketenangan. Doa adalah bahasa rindu, bahasa cinta, dan bahasa jiwa, antara seorang hamba yang lemah dengan Pencipta yang Maha Kuat.
Jangan pernah berjalan sendirian di dunia yang keras ini. Dalam kondisi apa pun, baik saat kita berdiri di puncak kebahagiaan atau tersungkur di lembah kesedihan, jangan pernah lupa untuk selalu melibatkan Allah Subhanahu wata’ala dalam doa-doa, walaupun dengan suara lirih.
Ingatlah satu hal: ketika kita menjadikan Allah Subhanahu wata’ala sebagai satu-satunya sandaran dan “backing-an” utama dalam hidup kita, maka aturan dunia tidak lagi berlaku. Mau sesulit apa pun jalan yang harus kita tempuh, atau sesusah apa pun urusan yang sedang kita hadapi, badai itu pasti akan reda.
Allah Subhanahu wata’ala tidak akan membiarkan kita berjuang sendirian. Dia akan menuntun kita selaku hambaNya, menguatkan langkah kita, dan memberikan jalan keluar terbaik sampai kita tiba di garis finish dengan senyuman syukur.
Sebab, bagi Allah Subhanahu wata’ala menyembuhkan luka kita dan mengabulkan harapan-harapan doa kita adalah hal yang sangat mudah. Tugas kita hanyalah satu: jangan berhenti mengetuk pintu langit-Nya. Bismillah.