Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Tentang Admin
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
Menu

Nikmat Allah SWT yang Tak Berujung

Posted on 14 August 202613 August 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Nikmat Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah benar-benar berhenti mengalir dalam kehidupan kita. Sejak membuka mata di pagi hari hingga kembali memejamkannya di malam hari, ada begitu banyak karunia yang sering kita terima tanpa sempat kita menyadarinya.

Kita bernapas tanpa harus membeli udara. Jantung berdetak tanpa kita perintah. Mata dapat melihat, telinga dapat mendengar, kaki dapat melangkah, dan tubuh masih diberi kesempatan untuk bergerak. Bahkan kesempatan untuk bangun pagi, berkumpul bersama keluarga, memiliki pekerjaan, sahabat, kesehatan, dan waktu untuk beribadah adalah bagian dari nikmat yang tidak ternilai.

Namun, mengapa terkadang hati masih merasa kekurangan? Salah satu jawabannya adalah karena kita lebih sering menghitung apa yang belum dimiliki daripada menyadari apa yang sudah diberikan Allah Subhanahu wata’ala.

Kita melihat milik orang lain, lalu merasa hidup kita tertinggal. Kita membandingkan pencapaian, harta, pekerjaan, rumah, kendaraan, bahkan kehidupan di media sosial. Tanpa sadar, perbandingan itu membuat hati lupa bahwa setiap orang sedang menjalani perjalanan yang berbeda.

Padahal Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Syukur bukan berarti hidup tanpa masalah. Syukur adalah kemampuan hati untuk tetap melihat kebaikan Allah Subhanahu wata’ala di tengah berbagai keadaan.

Nikmat juga tidak selalu berbentuk harta dan benda. Tubuh yang sehat adalah nikmat. Pikiran yang masih jernih adalah nikmat. Keluarga yang masih bisa ditemui adalah nikmat. Teman yang tulus adalah nikmat. Kita bisa peduli kepada orang lain adalah nikmat. Kesempatan belajar itu juga adalah nikmat.

Bahkan sebuah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kembali mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala pun merupakan nikmat yang sangat besar. Terkadang kita baru menyadari nilai sebuah nikmat setelah nikmat itu berkurang.

Kita baru menghargai kesehatan ketika tubuh mulai lemah dan sakit-sakitan. Kita baru merindukan seseorang ketika ia tidak lagi berada di dekat kita. Kita baru menyadari berharganya waktu setelah banyak kesempatan berlalu. Karena itu, jangan menunggu kehilangan untuk belajar bersyukur.

Mulailah dari hal-hal sederhana. Syukuri kesehatan yang masih Allah Subhanahu wata’ala titipkan kepada kita. Syukuri makanan yang tersedia, syukuri rumah tempat kita beristirahat, syukuri orang-orang baik yang hadir dalam kehidupan, dan syukuri kesempatan untuk bekerja, belajar, berkarya, beribadah, dan memperbaiki diri.

Sebab sesuatu yang bagi kita terlihat biasa, bisa jadi merupakan sesuatu yang sangat diharapkan oleh orang lain. Bersyukur membuat hati lebih tenang. Ia mengajarkan kita untuk tidak terus-menerus mengejar apa yang belum ada sampai lupa menikmati apa yang sudah Allah Subhanahu wata’ala berikan.

Bukan berarti kita berhenti berusaha. Kita tetap boleh memiliki cita-cita. Tetap boleh bekerja keras. Tetap boleh mengejar kehidupan yang lebih baik. Namun, jangan biarkan keinginan terhadap masa depan membuat kita buta terhadap nikmat yang hadir hari ini.

Barangkali yang kita perlukan bukan lebih banyak nikmat, tetapi hati yang lebih mampu mengenali nikmat. Sebab ketika hati belajar bersyukur, maka sesuatu yang sederhana dapat terasa cukup. Dan ketika hati merasa cukup, maka kehidupan menjadi lebih lapang.

Maka, sebelum mengeluhkan apa yang belum kita miliki, cobalah sejenak melihat kembali apa yang telah Allah Subhanahu wata’ala titipkan kepada kita. Bisa jadi, selama ini kita merasa kekurangan bukan karena nikmat Allah Subhanahu wata’ala sedikit, tetapi karena mata kita terlalu sibuk melihat milik orang lain.

Belajarlah bersyukur, karena bersyukur adalah kunci ketenangan hati. Kita banyak bersyukur bukan karena hidup kita sempurna, tetapi karena di balik setiap hari yang kita jalani, selalu ada nikmat Allah Subhanahu wata’ala yang layak untuk disadari, dijaga, dan disyukuri. Dan sikap inilah yang membuat jiwa ini lebih damai dan bahagia. Bismillah.

3Shares
Category: Motivasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 0
  • 3,224
  • 1,164,391
  • 2,609

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme