Kita Pantas Mendapatkan yang Terbaik
@ Cecep Y. Pramana
Jangan meremehkan potensi yang Allah Subhanahu wata’ala titipkan dalam diri kita, karena setiap manusia pernah berdiri di persimpangan kehidupan. Di satu sisi ada suara yang mengatakan, “Aku tidak mampu.” Di sisi lain ada bisikan yang mengajak, “Cobalah sekali lagi.”
Di satu sisi ada alasan untuk menyerah, tetapi di sisi lain selalu ada alasan untuk bangkit. Pertanyaannya bukanlah apakah alasan itu ada atau tidak. Pertanyaannya adalah, alasan mana yang akan kita pilih untuk dipercaya.
Sering kali yang membatasi langkah kita bukanlah keadaan, melainkan cara kita memandang diri sendiri. Kita terlalu sibuk menghitung kekurangan, sehingga lupa mensyukuri kekuatan yang telah Allah Subhanahu wata’ala anugerahkan.
Padahal Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah menciptakan seorang hamba tanpa potensi. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, kesempatan yang berbeda, dan jalan hidup yang berbeda. Tidak ada yang Allah Subhanahu wata’ala ciptakan secara sia-sia.
Allah Subhanahu wata’ala membekali manusia dengan akal, hati, dan kemampuan untuk bertumbuh. Potensi itu adalah amanah yang harus dikembangkan, bukan disembunyikan karena rasa takut atau rendah diri. Mungkin hari ini kita menemukan banyak alasan untuk tidak memulai.
Merasa belum siap, merasa kurang pintar, merasa terlalu tua, merasa terlalu muda, merasa pernah gagal. Namun, jika engkau mampu menemukan begitu banyak alasan untuk berhenti, sesungguhnya engkau juga mampu menemukan alasan yang lebih kuat untuk melangkah.
Karena setiap alasan untuk bangkit selalu lebih bernilai daripada seribu alasan untuk menyerah. Tidak sedikit orang yang sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa, tetapi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
Mereka ahli mengkritik diri sendiri, meragukan masa depan, bahkan menyalahkan keadaan. Bayangkan jika energi sebesar itu dialihkan untuk belajar, berkarya, memperbaiki diri, dan melayani orang lain. Betapa banyak perubahan yang dapat terjadi, betapa banyak impian yang dapat diwujudkan, dan betapa luas manfaat yang dapat dihadirkan.
Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan kecil di dalam hati. Dari keberanian untuk mengambil langkah pertama, dari kemauan untuk belajar dari kegagalan, dari kerendahan hati untuk menerima nasihat, dan dari keyakinan bahwa pertolongan Allah Subhanahu wata’ala selalu lebih besar daripada keterbatasan kita.
Mungkin ada kesalahan yang pernah kita lakukan, mungkin ada keputusan yang dahulu kita sesali. Namun, Islam mengajarkan bahwa masa lalu bukanlah penjara. Ia adalah guru. Kesalahan bukan akhir perjalanan, tetapi bagian dari proses pembelajaran.
Selama masih ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan memulai kembali, tidak ada alasan untuk menyerah pada masa lalu. Yang telah berlalu tidak dapat diubah, tetapi hari ini masih bisa diperbaiki. Dan masa depan masih bisa diperjuangkan.
Karena itu, gunakanlah waktu yang Allah Subhanahu wata’ala berikan dengan sebaik-baiknya. Jangan habiskan hari-harimu hanya untuk menyesali apa yang telah terjadi. Gunakan tenaga yang dimiliki untuk berkarya, gunakan ilmu yang dimiliki untuk mengajar, gunakan harta yang dimiliki untuk berbagi, dan gunakan kesempatan yang ada untuk menghadirkan manfaat.
Sesungguhnya setiap hari adalah investasi. Setiap pilihan sedang membentuk masa depan kita. Setiap amal sedang ditulis oleh para malaikat. Maka bertanyalah kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya aku yakini pantas untuk kuperjuangkan?”
Banyak orang berkata bahwa mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik. Namun, yang lebih penting adalah, apakah mereka benar-benar bersedia melakukan ikhtiar untuk mendapatkannya. Seorang mukmin tidak menunggu hidup berubah dengan sendirinya.
Ia bergerak, berdoa, berusaha, bertawakal. Ia yakin bahwa Allah Subhanahu wata’ala akan membukakan jalan bagi hamba yang bersungguh-sungguh. Namun, ada satu hal yang perlu kita luruskan. Kita bukan merasa pantas mendapatkan yang terbaik karena kehebatan diri kita.
Kita berusaha menggapai yang terbaik karena Allah Subhanahu wata’ala telah memuliakan manusia, memberikan amanah kehidupan, dan memerintahkan kita untuk berikhtiar dengan sebaik-baiknya. Yang kita cari bukan sekadar kesuksesan dunia.
Tetapi keberhasilan yang menghadirkan keberkahan, ketenangan, dan ridha Allah Subhanahu wata’ala. Karena itu, jangan pernah meremehkan potensi yang Allah Subhanahu wata’ala titipkan dalam dirimu. Jangan biarkan rasa takut mengalahkan harapan, dan jangan biarkan kegagalan masa lalu mencuri masa depan kita.
Percayalah, Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan bekal yang cukup untuk memulai perjalanan ini. Tugas kita adalah menggunakannya dengan sungguh-sungguh. Berjalanlah dengan penuh keyakinan. Belajarlah tanpa henti. Berbuatlah dengan ikhlas.
Dan gantungkanlah seluruh harapan hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Sebab seseorang tidak menjadi luar biasa karena tidak pernah gagal. Ia menjadi luar biasa karena tidak pernah berhenti memperbaiki diri, terus mengembangkan potensi yang Allah Subhanahu wata’ala anugerahkan, dan menjadikan setiap langkah sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Semoga Allah Subhanahu wata’ala menuntun setiap ikhtiar kita, melapangkan jalan menuju kebaikan, dan menjadikan hidup kita penuh manfaat bagi sesama serta bernilai di hadapan-Nya. Semoga doa yang mulia ini juga kembali kepada kita dan keluarga dengan limpahan kebaikan, keberkahan, serta kemudahan dalam setiap langkah. Bismillah.