Selama Sabar Masih Ada, Pertolongan Allah Tetap Terbuka
@ Cecep Y Pramana
Ada masa ketika hidup terasa begitu sunyi. Kita memilih diam. Bukan karena tidak punya masalah, tetapi karena tidak semua hal harus diceritakan. Ada perjuangan yang cukup kita simpan dalam doa. Ada air mata yang hanya Allah Subhanahu wata’ala tahu. Ada beban yang kita bawa sambil tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Dari luar, mungkin kita terlihat tenang. Namun, di dalam hati, ada begitu banyak hal yang sedang kita perjuangkan. Jangan merasa bahwa diam berarti lemah. Terkadang, diam adalah bentuk kekuatan. Kita sedang belajar menahan diri agar tidak mengeluh kepada manusia.
Kita sedang belajar menerima keadaan tanpa berhenti berusaha. Kita sedang belajar percaya bahwa Allah Subhanahu wata’ala mengetahui setiap perjuangan yang tidak terlihat oleh siapa pun. Begitu pula dengan sesuatu yang terasa berat.
Tidak selamanya beban hadir untuk menjatuhkan. Ada kalanya Allah Subhanahu wata’ala menjadikan perjalanan yang berat sebagai proses untuk menguatkan langkah kita menuju sesuatu yang lebih baik. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 153, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
Maka, tenanglah. Jika hari ini jalan terasa panjang, teruslah melangkah. Jika hasil belum terlihat, teruslah berikhtiar. Jika doa belum menemukan jawabannya, teruslah percaya. Jangan mengukur pertolongan Allah Subhanahu wata’ala hanya dari seberapa cepat keadaan berubah.
Bisa jadi, pertolongan itu sedang hadir dalam bentuk kekuatan untuk bertahan. Dalam bentuk hati yang tetap tenang. Dalam bentuk seseorang yang datang membantu. Atau dalam bentuk kemampuan untuk tetap memilih kebaikan ketika keadaan sedang tidak mudah.
Selama sabar masih ada, harapan belum berakhir. Sebab orang yang bersabar bukan berarti tidak pernah lelah. Ia hanya memilih untuk tidak menyerah kepada kelelahannya. Tetaplah tenang, tetaplah sabar, dan tetaplah berjalan.
Kita mungkin belum tahu kapan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala datang. Tetapi kita boleh yakin, tidak ada satu pun kesabaran yang sia-sia di hadapan-Nya. Setiap kesabaran dan ikhtiar yang kita jalani pasti bernilai pahala dan tidak pernah sia-sia di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Bismillah.