Rezeki Tidak Selalu Berbentuk Uang
@ Cecep Y Pramana
Sering kali kita mengukur rezeki dari angka. Berapa penghasilan bulan ini. Berapa yang tersimpan di rekening. Berapa banyak yang bisa kita beli. Seberapa jauh kehidupan kita terlihat meningkat dibandingkan sebelumnya. Padahal, rezeki Allah Subhanahu wata’ala jauh lebih luas daripada sekadar uang.
Ada kesehatan yang membuat kita mampu beraktivitas tanpa banyak mengeluh. Ada keluarga yang masih bisa menjadi tempat pulang. Ada teman yang hadir bukan hanya ketika kita sedang bahagia. Ada hati yang tetap tenang meski hidup belum sepenuhnya sesuai harapan. Ada kesempatan untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbaiki diri dan lainnya.
Semua itu adalah rezeki. Sayangnya, kita terkadang terlalu sibuk mengejar apa yang belum dimiliki sampai lupa menikmati apa yang sudah Allah Subhanahu wata’ala titipkan. Kita mengejar pendapatan, tetapi lupa bersyukur karena masih diberi kesehatan untuk bekerja.
Kita mengejar kesuksesan, tetapi lupa bahwa memiliki keluarga yang mencintai kita adalah nikmat yang tidak bisa dibeli. Kita mengejar pengakuan manusia, tetapi lupa bahwa ketenangan hati adalah salah satu bentuk kekayaan yang paling berharga.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7, “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” Syukur bukan berarti berhenti berusaha. Syukur berarti mampu melihat bahwa di tengah segala sesuatu yang masih kita perjuangkan, ternyata Allah Subhanahu wata’ala sudah memberikan begitu banyak hal untuk kita nikmati.
Boleh jadi, rezeki terbesar kita hari ini bukan sesuatu yang sedang kita tunggu. Bisa jadi, rezeki terbesar itu adalah sesuatu yang sedang kita genggam, tetapi selama ini kita anggap biasa. Berupa kesehatan, keluarga, persahabatan, ketenangan, waktu, dan iman yang mendalam.
Dan kesempatan untuk terus mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Maka, teruslah berikhtiar mengejar apa yang kita cita-citakan. Namun, jangan sampai perjalanan mengejar masa depan membuat kita lupa mensyukuri hari ini.
Sebab hidup yang penuh rezeki bukan hanya tentang memiliki banyak hal, tetapi tentang mampu menyadari betapa banyak nikmat yang telah Allah Subhanahu wata’ala berikan. Dan terkadang, saat kita belajar bersyukur atas apa yang sudah ada, hati menjadi jauh lebih kaya daripada ketika kita hanya sibuk mengejar apa yang belum kita punya. Bismillah.