Genggam Erat Hidayah-Nya

@ Cecep Y Pramana

Ada masa ketika seseorang melihat kembali perjalanan hidupnya dan menyadari bahwa dirinya hari ini bukan lagi orang yang sama seperti dahulu. Dulu mungkin shalat masih sering ditunda. Al-Qur’an jarang disentuh. Hati mudah mengikuti keinginan. Lingkungan pergaulan membawa ke banyak arah.

Nasihat terasa mengganggu. Kebaikan sering dianggap sebagai sesuatu yang bisa dilakukan nanti. Lalu, entah melalui sebuah peristiwa, nasihat seseorang, perjalanan hidup, atau mungkin sebuah doa yang diam-diam dipanjatkan, Allah Subhanahu wata’ala mengetuk hati. Perlahan, kita mulai berubah.

Kita mulai mengenal kembali Allah Subhanahu wata’ala. Mulai menjaga shalat. Mulai mencintai Al-Qur’an. Mulai memilih lingkungan yang lebih baik. Mulai meninggalkan kebiasaan yang dahulu terasa sulit ditinggalkan. Tidak semuanya langsung sempurna. Namun ada sesuatu yang berubah di dalam hati.

Kita mulai merasakan bahwa hidup akan terasa berbeda ketika dijalani bersama Allah Subhanahu wata’ala. Tetapi perjalanan itu tidak selalu mudah. Setelah seseorang memilih jalan kebaikan, bukan berarti seluruh ujian selesai. Justru, istiqamah sering menjadi ujian berikutnya.

Ada hari ketika semangat begitu tinggi. Ada pula hari ketika hati terasa berat. Ada saat kita ingin terus berjalan, tetapi keadaan membuat langkah terasa lambat. Di situlah kita perlu mengingat satu hal: Jangan mudah menyerah dan berbalik arah. Ingatlah perjuanganmu untuk sampai di titik ini tidaklah mudah.

Berapa banyak kebiasaan yang pernah berusaha kamu tinggalkan? Berapa banyak pergulatan dalam hati yang pernah kamu lewati? Berapa kali kamu mencoba memperbaiki diri setelah jatuh? Berapa banyak doa yang kamu panjatkan agar Allah membimbing langkahmu? Semua itu bukan perjalanan yang sederhana.

Maka, ketika suatu hari hati terasa lelah, jangan langsung menyimpulkan bahwa jalan kebaikan bukan untukmu. Boleh jadi, kamu hanya sedang membutuhkan waktu untuk kembali menguatkan hati.

Hidayah pun demikian. Mendapatkan hidayah adalah nikmat besar. Namun menjaganya membutuhkan kesungguhan. Karena itu, jangan merasa aman hanya karena hari ini kita sedang berada dalam kebaikan. Mintalah kepada Allah Subhanahu wata’ala agar hati kita tetap teguh.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sering berdoa: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi).Doa ini mengajarkan kerendahan hati. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa dirinya sudah pasti akan selalu istiqamah. Hati manusia dapat berubah.

Semangat dapat naik dan turun. Karena itu, kita membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala setiap hari. Ketika iman melemah, jangan menjauh dari Allah Subhanahu wata’ala. Justru, mendekatlah. Ketika merasa banyak dosa, jangan berhenti berdoa. Bertaubatlah.

Ketika jatuh, jangan memilih untuk tetap berada di bawah. Bangkitlah perlahan. Ketika langkah terasa berat, jangan berbalik arah hanya karena perjalanan tidak lagi semudah yang dibayangkan. Ingatlah dari mana Allah menyelamatkanmu. Ingatlah siapa dirimu sebelum mengenal jalan ini. Ingatlah doa-doa yang pernah membuatmu menangis.

Dan ingatlah bahwa hidayah adalah karunia yang sangat berharga. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menyadari kesalahannya. Tidak semua orang diberi hati yang mudah menerima nasihat. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala setelah tersesat begitu jauh.

Jika Allah telah membukakan jalan kebaikan kepadamu, jagalah. Genggam erat-erat. Rawat dengan shalat. Kuatkan dengan tilawah Al-Qur’an. Pelihara dengan lingkungan yang baik. Dan teruslah meminta kepada Allah Subhanahu wata’ala agar hati ini tidak berpaling.

Jangan biarkan satu kegagalan membuatmu meninggalkan perjalanan. Jangan biarkan satu dosa membuatmu merasa tidak pantas kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Jangan biarkan perkataan manusia membuatmu kehilangan keyakinan. Sebab menjadi baik bukan berarti tidak pernah jatuh.

Menjadi baik berarti setiap kali jatuh, kita memilih untuk kembali. Pada akhirnya, istiqamah bukan tentang seberapa cepat kita berjalan. Istiqamah adalah tentang tetap memilih arah yang benar, bahkan ketika langkah kita perlahan. Mungkin hari ini iman kita sedang kuat. Syukurilah.

Mungkin hari ini iman kita sedang melemah. Jangan menyerah. Datanglah kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Perbanyak doa. Perbaiki shalat. Buka kembali Al-Qur’an, lalu bacalah. Cari lingkungan yang menguatkan. Dan teruskan perjalanan.

Sebab boleh jadi, hidayah yang hari ini terasa biasa adalah sesuatu yang kelak paling kita syukuri. Maka jangan mudah menyerah. Jangan berbalik arah hanya karena perjalanan terasa berat. Genggam erat hidayah yang Allah Subhanahu wata’ala berikan.

Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama. Dan ketika Allah Subhanahu wata’ala telah membimbing hati kita menuju-Nya, semoga kita menjadi hamba yang tidak hanya menemukan jalan pulang, tetapi juga terus memilih untuk berjalan di atasnya sampai akhir kehidupan. Bismillah.

2Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *