RUMAH PENA MOTIVASI

Persiapan Seorang Aktifis Dakwah (Kajian Tafsir Surat Al Muzammil)

@ Cecep Y. Pramana

Surat Al Muzammil merupakan salah satu surat Makkiyah yang terdiri dari 20 ayat pendek. Pengambilan nama surat tersebut didasarkan kepada bunyi Al-Qur’an ayat pertamanya, yakni Muzammil. Mengisahkan tentang orang berselimut yang tidak lain ialah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Mengisahkan tentang petunjuk-petunjuk Allah Subhanahu wata’ala yang wajib dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menguatkan rohaninya guna mendapatkan wahyu.

Al-Qur’an Surat Al Muzammil ayat 1-10 sebagai berikut;

1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!

2. Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,

3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,

4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

6. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.

7. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.

8. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

9. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.

10. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

Allah Subhanahu wata’ala memanggilnya dengan “Wahai orang yg berselimut”. Allah Subhanahu wata’ala jarang menggunakan kata-kata ini. Yang paling sering adalah “Ya ayyuhannas dan lainnya”, tapi sangat jarang Allah Subhanahu wata’ala memanggil dengan sifat pekerjaan orang.

Wahai orang yang berselimut”, mengapa memanggil seperti ini? Sebab ditengah malam, tantangan paling berat orang pada saat tidur untuk bangun adalah SELIMUT.

Memang begitu beratnya untuk bangun di malam yang dingin, bangun dari hangatnya selimut dan nikmatnya tidur lelap. Tetapi rupanya justru di sinilah letak pembelajarannya bagi orang-orang yang ingin membuat perubahan besar dalam hidupnya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakatnya.

Rahasianya kenapa diperintahkan bangun malam? Karena Allah Subhanahu wata’ala akan memberikan tugas yang berat pada Nabi Muhammad. Apa tugas berat itu? Itu adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an yang didalamnya ada halal haram, ada petunjuk untuk istiqomah, yang kalau kamu tidak bangun malam, maka kamu tidak akan bisa ikut al-Qur’an.

Akan ada banyak hal yang kamu buang, dan kau hindari. Tapi kalau kau bangun malam, maka jiwamu akan hidup dan kamu akan mudah ikut apa kata al-Qur’an. Maka, tidak heran generasi para sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini, dapat mencapai apa yang oleh istilah management modern disebut ‘average high’, orang rata-rata, tetapi rata-rata yang sangat tinggi.

Secara rata-rata sangat tinggi kualitas mereka –bukan hanya satu atau dua saja yang tinggi kualitasnya– tetapi menyeluruh. Ya, antara lain karena digembleng melalui shalat malam, shalat malam yang panjang dan kontinyu tersebut di atas.

Kita semua adalah aktifis dakwah yang menyeru umat menjadi ‘Khoiru Ummah’. Umat terbaik yang akan meninggikan islam di muka bumi. Umat ‘wasathon’ umat pertengahan yang akan memperjuangkan keadilan, menjadi khalifah di muka bumi.

Mengapa shalat malam ini begitu berperan dalam membangun pribadi-pribadi unggul tersebut? Bayangkan saja pembelajaran dan pelatihan yang dihasilkannya, selain dikabulkannya doa mereka di akhir malam.

Bila melawan rasa kantuk saja kita tidak bisa, apakah kita akan bisa melawan musuh yang jauh lebih besar dari itu? Bila meninggalkan kenikmatan kehangatan selimut di malam hari saja kita tidak rela, maka apakah kita akan rela berkorban untuk tantangan yang lebih besar? Wallahua’lam.

TikTok/IG: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecepypramana | lynk.id/ceppangeran
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *