Air Mata Hari Ini, Kebahagiaan yang Allah Siapkan

@ Cecep Y Pramana

Boleh jadi hari ini kita sedang menangis. Ada doa yang belum terkabul. Ada harapan yang belum menemukan jalan. Ada kehilangan yang masih terasa. Ada kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita pun bertanya dalam hati, “Mengapa harus seperti ini?”

Namun, tidak semua yang membuat kita menangis adalah akhir dari kebahagiaan. Boleh jadi, air mata hari ini sedang menjadi bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang jauh lebih baik.Allah Subhanahu wata’ala mengetahui apa yang belum kita ketahui.

Allah Subhanahu wata’ala melihat jalan yang belum mampu kita lihat. Dan Allah Subhanahu wata’ala memahami apa yang sebenarnya kita butuhkan, bahkan ketika kita sendiri belum mampu memahaminya.

Sesuatu yang hari ini terasa menyakitkan, bisa jadi sedang mengajarkan kita tentang kesabaran. Sesuatu yang hari ini terasa seperti kehilangan, bisa jadi sedang membuka ruang bagi sesuatu yang lebih baik. Sesuatu yang kita kira sebagai kegagalan, mungkin justru sedang mengarahkan kita ke jalan yang selama ini tidak pernah kita bayangkan.

Karena itu, ketika air mata jatuh, jangan buru-buru menganggap Allah Subhanahu wata’ala sedang meninggalkan kita. Bisa jadi, Allah Subhanahu wata’ala sedang mendekatkan kita kepada-Nya. Ada doa yang lahir dari kesedihan yang tidak pernah muncul ketika hidup sedang baik-baik saja.

Ada sujud yang terasa lebih dalam setelah hati mengalami luka. Ada istighfar yang lebih tulus ketika kita menyadari bahwa hanya Allah Subhanahu wata’ala tempat kembali. Ada kekuatan baru yang tumbuh setelah kita melewati masa yang berat.

Ketika memperoleh kebahagiaan, ia bersyukur. Ketika mendapatkan kesulitan, ia bersabar. Keduanya dapat menjadi jalan kebaikan bagi seorang beriman. Maka, jika hari ini kamu sedang menangis, tidak apa-apa. Menangislah jika memang itu membuat hati lebih lega.

Tetapi setelah air mata itu jatuh, jangan berhenti berharap kepada Allah Subhanahu wata’ala. Tetaplah berdoa, tetaplah berusaha, tetaplah menjaga shalat, dan tetaplah percaya bahwa Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah keliru dalam menetapkan sesuatu.

Kita mungkin belum memahami cerita yang sedang Allah Subhanahu wata’ala tuliskan. Tetapi kita dapat memilih untuk tetap percaya kepada-Nya. Boleh jadi kamu menangis hari ini, tetapi suatu hari nanti kamu akan tersenyum sambil berkata, “Ternyata Allah Subhanahu wata’ala sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.”

Sebab tidak semua air mata adalah tanda kekalahan. Sebagian air mata adalah bagian dari proses pendewasaan. Sebagian menjadi jalan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dan sebagian lainnya mungkin menjadi saksi bahwa kita pernah melewati masa yang berat, tetapi tetap memilih untuk bertahan dalam iman.

Jadi, bersabarlah. Hari ini mungkin belum menjadi hari yang kamu harapkan. Namun, selama Allah Subhanahu wata’ala masih menjadi tempatmu berharap, selalu ada alasan untuk percaya bahwa hari esok dapat membawa kebaikan yang belum kamu ketahui. Air mata boleh jatuh. Hati boleh lelah. Tetapi harapan kepada Allah Subhanahu wata’ala jangan pernah padam. Bismillah.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *