@ Cecep Y. Pramana
Apakah kita menjalani setiap momen dengan tulus dan ikhlas atau kita hanya berpura-pura? Apakah kita lebih peduli dengan penampilan kita daripada kebenaran, integritas, dan efektivitas dari apa yang kita lakukan?
Apakah kita menyadari diri kita menyuarakan rasa frustrasi yang sama berulang-ulang? Pada titik tertentu, hal itu lebih tentang penampilan dan bukan tentang penyelesaian masalah yang sebenarnya.
Berhentilah sejenak untuk mengambil langkah mundur, dan undang tingkat rasa syukur yang baru dan segar ke dalam kesadaran kita. Lepaskan rasa frustrasi yang dramatis, dan pertimbangkan dengan jujur apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki situasi.
Apakah kita merasa perlu untuk menyatakan cinta kita begitu sering sehingga berubah menjadi rutinitas yang tidak berarti? Carilah cara-cara baru dan bermakna untuk mempraktikkan cinta kita.
Apakah kita pernah mendapati diri kita membangun narasi yang rumit untuk mengasihani diri sendiri dan mencari belas kasihan dari orang lain? Daripada menempatkan diri kita sebagai korban, curahkan energi kita untuk mengambil langkah-langkah positif dan bertahap yang memungkinkan kita untuk terus tumbuh lebih kuat.
Ini adalah kehidupan kita yang unik dan berharga, bukan sekadar penampilan yang membosankan dan mudah ditebak. Berikan cinta dan energi sejati kita ke dalamnya, dan buatlah itu menjadi pengalaman yang indah dan memuaskan sebagaimana mestinya. Bismillah..
TikTok/IG: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecepypramana | lynk.id/ceppangeran
.