Nabi Muhammad SAW, Sang Psikoterapis
@ Cecep Y Pramana “Menyembuhkan jiwa dengan wahyu, kasih sayang, dan keteladanan. Menyembuhkan jiwa yang lelah dilakukan melalui pendekatan spiritual yang mencakup petunjuk wahyu, kelembutan
@ Cecep Y Pramana “Menyembuhkan jiwa dengan wahyu, kasih sayang, dan keteladanan. Menyembuhkan jiwa yang lelah dilakukan melalui pendekatan spiritual yang mencakup petunjuk wahyu, kelembutan
@ Cecep Y Pramana “Percayalah, di saat kita ikhlas dengan keadaan kita, maka di situlah Allah merencanakan kebahagiaan untuk kita, Allah mampu mengubah situasi paling
@ Cecep Y Pramana Ada masa dalam hidup ketika seseorang merasa tidak lagi memiliki banyak pilihan. Tenaga menipis, hati terasa berat, jalan di depan tampak
@ Cecep Y Pramana Hari ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah titik yang kita capai setelah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi doa, ikhtiar, air mata,
@ Cecep Y Pramana Dakwah tidak selalu hadir dalam forum besar, mimbar yang tinggi, atau panggung yang penuh perhatian. Terkadang, dakwah hadir dalam perjalanan di
@ Cecep Y Pramana Ada doa yang sangat singkat, tetapi maknanya begitu luas. Doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca setelah salat Subuh.
@ Cecep Y Pramana “Sebuah Renungan tentang Rindu kepada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam. Getaran ruhani yang menyapa hati setiap Mukmin, menghadirkan cinta tulus kepada sang
@ Cecep Y Pramana Ada kalanya kita berkata, “Nanti”. Nanti ketika waktu lebih longgar, nanti ketika pekerjaan selesai, nanti ketika ilmu sudah lebih banyak, dan
@ Cecep Y Pramana Ada kalanya kita begitu sibuk mencari jawaban, sampai lupa melihat sesuatu yang sebenarnya sudah ada tepat di depan mata. Kita mencari
@ Cecep Y Pramana Menjadi seorang murabbi (pembina/mentor) bukanlah sebuah pencapaian, melainkan sebuah amanah. Amanah yang menuntut kita untuk terus belajar, terus memperbaiki diri, dan