Asy-Syaja’ah, Keberanian Jiwa (bagian 1)
@ Cecep Y Pramana Keberanian dalam Islam bukan sekadar soal keberanian menghadapi risiko. Ia tumbuh dari hati yang lurus, dari keyakinan kepada Allah Subhanahu wata’ala
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
@ Cecep Y Pramana Keberanian dalam Islam bukan sekadar soal keberanian menghadapi risiko. Ia tumbuh dari hati yang lurus, dari keyakinan kepada Allah Subhanahu wata’ala
@ Cecep Y Pramana Tarbiyah tidak hanya membentuk pribadi yang baik, keluarga yang hangat, atau masyarakat yang peduli. Tarbiyah melangkah lebih jauh. Ia mengarah pada
@ Cecep Y Pramana Tarbiyah tidak berhenti pada diri dan keluarga. Ia bergerak lebih luas, menyentuh ruang sosial, dan memberi arah bagi kehidupan masyarakat. Seorang
@ Cecep Y Pramana Tarbiyah tidak berhenti pada pembentukan pribadi. Ia meluas, meresap, lalu membentuk ruang yang lebih besar bernama keluarga. Dari sinilah arah kehidupan
@ Cecep Y Pramana Pembinaan (tarbiyah) bagi wanita muslimah bukan sekadar proses belajar. Ia adalah perjalanan dalam pembentukan diri. Untuk membentuk kepribadian integral yang mencakup
@ Cecep Y. Pramana Ada masa ketika kita sibuk bergerak. Banyak program dijalankan, banyak peran diambil. Semuanya terlihat hidup. Namun di balik itu, ada pertanyaan
@ Cecep Y. Pramana Cinta tidak selalu berakhir ketika jarak mulai terbentang. Ada cinta yang tetap tinggal, meski kata-kata sudah berhenti diucapkan. Ada rasa yang
@ Cecep Y Pramana Ada tawa yang terdengar lepas, tetapi tidak diikuti kesadaran. Seolah hidup masih panjang, seolah waktu tidak akan habis. Padahal, di balik
@ Cecep Y Pramana Murabbi adalah sosok yang tidak sekadar hadir untuk menyampaikan materi, tetapi ia hadir untuk membersamai proses. Ia membina, menjaga, dan mengarahkan.
@ Cecep Y Pramana Keluarga bukan sekadar tempat pulang. Ia adalah ruang pembentukan jiwa, tempat nilai-nilai ditanamkan, tempat membangun kekuatan iman, dan ladang pertama dakwah