[30 Ramadhan] Meraih Takwa di Penghujung Ramadhan
@ Cecep Y. Pramana Hari-hari terasa begitu cepat, Ramadhan hampir berlalu. Seakan baru kemarin kita menyambutnya dengan harapan dan doa, namun kini bulan yang penuh
@ Cecep Y. Pramana Hari-hari terasa begitu cepat, Ramadhan hampir berlalu. Seakan baru kemarin kita menyambutnya dengan harapan dan doa, namun kini bulan yang penuh
@ Cecep Y Pramana Ramadhan adalah bulan yang selalu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap muslim. Kehadirannya membawa suasana yang berbeda dalam kehidupan. Hati terasa lebih
@ Cecep Y Pramana Ramadhan bukan sekadar latihan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah undangan langit untuk memasuki sebuah transaksi spiritual yang agung. Di bulan
@ Cecep Y Pramana Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala yang masih memberi kita kesempatan menyelesaikan hari-hari Ramadhan hingga mendekati penghujungnya. Setiap detik yang tersisa
@ Cecep Y Pramana “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu
@ Cecep Y Pramana Setiap orang ingin tenang. Tenang dalam hati, dalam pikiran, dan tenang saat menghadapi masalah. Namun kenyataannya, hidup sering terasa penuh tekanan,
@ Cecep Y Pramana Iman sering dipahami sebagai keyakinan yang tinggal di kepala, atau sekadar kepatuhan pada aturan. Padahal, iman sejatinya hidup di hati. Ia
@ Cecep Y Pramana Hidup berjalan cepat, target datang silih berganti, tuntutan pekerjaan, keluarga, dan mimpi pribadi sering membuat hati ini menjadi lelah. Di tengah
@ Cecep Y Pramana Iman bukan hanya ucapan, status di media sosial, apalagi hanya identitas di KTP. Iman adalah keyakinan yang hidup di hati, diucapkan
@ Cecep Y. Pramana Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Di dalamnya, Allah Subhanahu wata’ala menghadirkan petunjuk yang menata hidup manusia