Oleh: H. Mohamad Suharsono Murah hati adalah sebuah kata yang menggambarkan sifat pemiliknya memiliki berbagai macam sifat kebaikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata murah hati diartikan orang yang suka (mudah) memberi, tidak pelit, penyayang dan pengasih, suka menolong, baik hati, kebaikan hati, sifat kasih dan sayang, kedermawanan. Untuk memiliki sifat murah hati seseorang…
Dari Anda
Menyikapi Uzur Orang Lain
Oleh: Tarwiyah (Bu Awi) Kita harus memiliki akhlak Islam berkaitan dengan muamalah dengan orang lain. Diantara akhlak Islam yang harus dimiliki oleh diri kita adalah berlapang dada (samahah) dan selalu memberi maaf (al afwu) serta menahan amarah (kazmul ghaiz). Agar di dalam bermuamalah kita tidak terkejut atau kaget bila bertemu dengan kareakter manusia yang berbeda-beda…
Tampannya Rasulullah SAW
Oleh: DH Al Yusni Ulama pakar “Sirah Nabawiyah”, Prof DR Abdul Muhdi, pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswanya. “Ya Doktor, katanya Rasulullah SAW itu lebih ganteng dan tampan dari pada Nabi Yusuf AS. Tapi kenapa tidak ada kita baca dalam sejarah hidup beliau ada wanita yang tergila-gila kepada beliau, seperti tergila-gilanya istri pembesar Mesir kepada…
Renungan: Prioritas Amal Kita
Oleh: Zaki Muhammad “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (QS Al Ahzab: 23) Saat ini jarak waktu menuju hajatan nasional tanggal 17 April 2019 hanya…
Ujian Keimanan
Oleh: Syamsu Hilal Allah SWT menegaskan bahwa di dalam keimanan itu ada ujian. Dengan menguji iman, kualitas ketaqwaan seseorang akan berbeda-beda. Semakin kokoh keimanan seseorang, semakin berat ujiannya. Ujian keimanan harus ada untuk mematangkan dan mengokohkan keimanan itu sendiri. Orang-orang Mukmin yang lulus dalam ujian keimanannya dan merasa tenang dengan keimanannya itu akan meningkat derajatnya…
Teman Sejati
Oleh: Syamsu Hilal “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (menyesal), seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiku, seharusnya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-quran itu datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak…