[18 Ramadhan] Sedekah, Bukti Iman yang Nyata
@ Cecep Y Pramana Iman bukan hanya ucapan, status di media sosial, apalagi hanya identitas di KTP. Iman adalah keyakinan yang hidup di hati, diucapkan
@ Cecep Y Pramana Iman bukan hanya ucapan, status di media sosial, apalagi hanya identitas di KTP. Iman adalah keyakinan yang hidup di hati, diucapkan
@ Cecep Y Pramana Ramadhan bukan sekadar penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, ia adalah tamu agung yang datang membawa anugerah langit:
@ Cecep Y Pramana Hidup sering bergerak terlalu cepat dan target datang bertubi-tubi. Pikiran jadi penuh, sedangkan hati menjadi lelah. Di tengah semua itu, Al-Qur’an
@ Cecep Y. Pramana Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Di dalamnya, Allah Subhanahu wata’ala menghadirkan petunjuk yang menata hidup manusia
@ Cecep Y Pramana Ramadhan tidak sekadar hadir sebagai bulan ritual, tetapi sebagai ruang batin tempat kerinduan seorang hamba kepada Tuhannya, Allah Azza wa Jallan
@ Cecep Y Pramana Ramadhan selalu datang dengan pesan yang sama, yaitu mengajak kita untuk bertambah baik. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam sikap,
@ Cecep Y Pramana Sedekah adalah bukti nyata tentang keimanan dan ketulusan hati, bukan sekadar memberi harta. Ia cermin keyakinan pada janji Allah Subhanahu wata’ala
@ Cecep Y Pramana Ramadhan sering disebut dengan beragam nama mulia, salah satunya syahrul ibadah, bulan ibadah. Sebutan ini lahir dari kenyataan bahwa Ramadhan menghadirkan
@ Cecep Y Pramana Puasa Ramadhan dalam Islam bukan sekadar pemenuhan rukun Islam yang ketiga. Ia adalah perjalanan batin, sebuah proses pendidikan ruhani yang dirancang
@ Cecep Y Pramana Tidak sedikit orang menunda bersedekah karena merasa hidupnya sendiri masih pas-pasan. Kebutuhan belum tuntas, sedangkan tanggungan masih banyak. Ada rasa takut