I’tikaf, Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan
Cecep Asmadiredja Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan hari-hari yang sangat berarti bagi umat Islam, terkhusus orang-orang yang beriman. Ia terasa semakin bermakna karena
Cecep Asmadiredja Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan hari-hari yang sangat berarti bagi umat Islam, terkhusus orang-orang yang beriman. Ia terasa semakin bermakna karena
Cecep Asmadiredja Jauh sebelum berhasil membangun pemerintahan Islam di Madinah, Rasulullah SAW sudah mengajarkan kepada para sahabatnya agar gemar melakukan sedekah (shadaqah). Sebelum ada perintah
Cecep Asmadiredja Saat melakukan isra mi’raj, Rasulullah SAW mencium aroma yang sangat harum. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril, “Harum apakah itu wahai Jibril?”
Cecep Asmadiredja Rahasia kehidupan adalah memberi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Maka Kontribusi sosial menjadi
Cecep Asmadiredja Apa sebebenarnya keistimewaan bulan Ramadhan sehingga orang yang beriman berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah. Bulan Ramadhan adalah bulan yang memotivasi orang yang mengerjakannya untuk
Cecep Asmadiredja Bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, memperbanyak membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan, karena dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an maka orang yang berpuasa akan
Dikatakan pada Wahab bin Munabbih, “Bukankah Laa ilaha illallah adalah kunci surga? Beliau menjawab, “Betul, tetapi tidaklah ada kunci kecuali memiliki gigi, jika engkau mendatangkan
Cecep Asmadiredja Ramadhan, bulan yang sangat dianjurkan kepada umat Islam untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya, karena di bulan Ramadhan ini dilipatgandakan nilai pahala ibadah. Karena
Dari Abdurahman bin Auf berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jika wanita sholat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan padanya, masuklah ke
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)“. (QS Ibrahim: 34).