[1 Ramadhan]: Berlomba Meraih Ampunan Allah di Bulan Mulia
@ Cecep Y Pramana Bulan Ramadhan bukan sekadar jeda dari makan dan minum. Ia adalah ruang pembinaan (tarbiyah) jiwa, sebuah madrasah ruhani yang Allah Subhanahu
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
@ Cecep Y Pramana Bulan Ramadhan bukan sekadar jeda dari makan dan minum. Ia adalah ruang pembinaan (tarbiyah) jiwa, sebuah madrasah ruhani yang Allah Subhanahu
@ Cecep Y Pramana Marhaban ya Ramadhan.Terasa begitu cepat waktu berlalu. Hari demi hari kita lewati tanpa terasa, hingga kini bulan penuh keberkahan, ampunan, dan
@ Cecep Y Pramana Lintasan waktu kembali mengantar kita menuju gerbang Ramadhan. Bulan yang selalu disambut dengan rasa rindu dan kegembiraan. Bulan yang dahulu disambut
@ Cecep Y Pramana Setiap kali Ramadhan tiba, suasana batin umat Muslim seakan ikut berubah. Ada ketenangan yang menyelinap, ada harap yang perlahan tumbuh, dan
@ Cecep Y Pramana Ramadhan selalu datang membawa suasana berbeda. Ia tidak sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriah, melainkan undangan lembut dari Allah Subhanahu wata’ala
@ Cecep Y Pramana Jangan menuntut apa pun dari cinta. Karena ketika tuntutan dilepaskan, maka cinta justru memberi lebih banyak. Ketika cinta diberikan dengan tulus,
@ Cecep Y Pramana Cinta adalah pemberian paling bernilai. Ia hadir saat keadaan terasa sempit. Ia memberi harapan ketika arah terasa kabur. Cinta adalah komitmen
@ Cecep Y Pramana Judul Buku: IMPERIUM IMAN(Jatuh Bangunnya Peradaban Islam dari Era Sahabat hingga Imperialisme)Karya: Prof. Nazeer Ahmad, Ph.D.Penerjemah: Ahmad DzakirinHalaman: 621 halaman Sejarah
@ Cecep Y Pramana Sesuatu yang bernilai, jarang lahir dari usaha setengah hati. Hasil yang baik akan tumbuh dari kesungguhan. Dari perhatian. Dari rasa syukur
@ Cecep Y Pramana Saat kita terus menghindari tantangan, maka sebenarnya ia tidak benar-benar pergi. Ia justru terasa semakin menekan. Namun ketika kita memilih mendekat,