Perjalanan Umrah, dari Madinah ke Mekkah (7)
Setelah selama tiga hari melakukan ibadah di Madinah, selepas salat zuhur, Selasa 28 November 2017 pukul 14.00 waktu setempat, kami bersiap untuk berihram guna melaksanakan
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
Setelah selama tiga hari melakukan ibadah di Madinah, selepas salat zuhur, Selasa 28 November 2017 pukul 14.00 waktu setempat, kami bersiap untuk berihram guna melaksanakan
Suasana kota Madinah hari Senin pagi, 27 November 2017 pukul 06.00 waktu setempat, masih terasa dingin dan kabut putih bersemayam di gedung-gedung bertingkat, termasuk masjid
Hari Ahad sore selepas shalat ashar berjamaah di Masjid Nabawi, 26 November 2017, langit dan cuaca di kota Madinah begitu cerah, terang berawan, ditambah burung-burung
Keluar dari Raudhah, saya bersama rombongan masih berdesakan keluar ke arah selatan untuk melakukan ziarah di makam Nabi Muhammad SAW dan 2 sahabat beliau, Abu
Waktu menunjukkan pukul 07.15 waktu setempat, ketika bus yang kami tumpangi tiba di depan Hotel Rawda al Aqiq. Langit cerah kebiruan terlihat dengan indahnya, pertanda
Setelah menunggu sekian lama, kami langsung menuju loket keluar keimigrasian Bandara Jeddah. Petugas keimigrasian Arab Saudi yang menggunakan baju ala militer memeriksa segala dokumen perjalanan
Tepat pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat, saya bersama istri, Pak Slamet (tetanggaku yang juga ikut ibadah umrah) serta istri dan dua anak beliau, Hisyam dan
Selalu saja ada kisah, pengalaman dan cerita menarik yang dialami oleh mereka yang berangkat ke tanah suci untuk melakukan haji maupun umrah. Perintah ibadah haji
‘Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika la syarikalaka labbaik, Innaal hamda waanni’mata laka waal mulka la syarika laka’. Diantara nikmat yang wajib disyukuri adalah nikmat ibadah yang
Berangkat bersama ke Tanah Suci suami dan istri adalah dambaan setiap keluarga. Alangkah menyenangkan jika ke Masjid Nabawi atau ke Masjidil Haram pergi dan pulang bersama-sama,