Menjaga Nikmatnya Berjamaah
Oleh: Cecep Y Pramana “..dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
Oleh: Cecep Y Pramana “..dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat
Tidak terasa, sudah 74 tahun lamanya Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan. Menjadi negara yang merdeka sepenuhnya. Berbagai hal dapat kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan Republik
Islam telah meletakkan batas-batas rasa cemburu (al ghirah) dari pasangan suami istri, yang dapat mendatangkan kemaslahatan rumahtangga. Apabila dilanggar, bakal mendatangkan kekeruhan yang mengotori keharmonisan
Dhamrah bin Ibnul Ishaq atau Dhamrah bin Jundub Ra adalah seorang lelaki dari Bani Laits yang telah lanjut usia, buta matanya dan juga sakit-sakitan, tetapi
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu”. (QS Al Hajj: 37) Berkurban dalam
Tak kurang dari sebulan lagi, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban segera tiba. Pertanyaannya, sudah bersiapkah kita semua untuk menyambut kehadirannya? Biasanya seseorang
Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang bisa tertawa, bisa takjub bahkan bisa menangis karena sesuatu yang membuat orang lain tertawa dan menangis. Allah SWT berfirman,
Bersyukur selalu kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kehidupan ini dan merasakan diri senantiasa karena kehadiran-Nya. Allah SWT akan membalasnya dengan rahmat dan nikmat-Nya
Dinukil dari Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani. Beliau menuliskan dan mengisahkan istri pertama Rasulullah SAW. Dia adalah
Waktu tidak akan pernah berhenti. Terus berjalan, terus bergulir meninggalkan masa-masa yang kita lewati, tertinggal jauh di belakang sana. Tak jelas dan tak dihiraukan, berapa