Rasulullah SAW, Senyum dan Tangisnya
Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang bisa tertawa, bisa takjub bahkan bisa menangis karena sesuatu yang membuat orang lain tertawa dan menangis. Allah SWT berfirman,
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang bisa tertawa, bisa takjub bahkan bisa menangis karena sesuatu yang membuat orang lain tertawa dan menangis. Allah SWT berfirman,
Sungguh Allah SWT sayang kepada kita. Karena itu, Dia siapkan kita ruang amal yang sangat banyak dan bertingkat. Bertingkat kesulitannya, bertingkat pengorbanannya dan bertingkat pula
Kebenaran dapat memecahkan masalah. Ketika kita dapat benar-benar jujur tentang masalah tersebut, maka kita berada dalam posisi untuk memperbaikinya. Terlalu sering lebih mudah untuk menyangkal
Ketika sepertinya semuanya rusak, dan waktunya sudah matang untuk terobosan nyata. Maka, dalam kekacauan pasti ada peluang besar yang bisa kita raih. Saat satu-satunya pilihan
Jangan biarkan diri kita terbatas pada apa yang sudah kita tahu dapat kita lakukan. Biarkan diri kita terinspirasi, termotivasi, bahkan tertantang untuk melakukan semua hal
Apakah kita ingin benar-benar merasa baik? Jika iya, maka bersyukurlah. Apakah kita ingin membuat kesan yang hebat? Jika iya, maka bersikaplah menghargai. Apakah kita ingin
Menempatkan diri sebagai korban adalah buang-buang waktu dan energi kita. Apakah ketidaknyamanan kecil atau kesulitan besar yang muncul, lalu kita memiliki opsi yang jauh lebih
Kita biasanya lebih cenderung kepada hal-hal penting, masalah-masalah serius, serta tugas-tugas konsekuensial. Tetapi jangan abaikan juga diri kita dalam prosesnya. Untuk memiliki pengaruh positif, maka
Harapan tidak datang dengan sebuah jaminan. Ia datang dengan sesuatu yang jauh lebih kuat dan memperkaya kehidupan, yang merupakan sebuah tantangan. Harapan ada di tangan
Katanya menulis itu mudah, semudah orang yang sedang tersenyum. Hanya diperlukan satu persen bakat, lalu sisanya adalah kerja keras, kerja keras dan perlu latihan terus